Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Nyadran di Yogyakarta: Tradisi Ziarah Sebelum Ramadan yang Sarat Makna

Nyadran di Yogyakarta: Tradisi Ziarah Sebelum Ramadan yang Sarat Makna

Daerah Galuh Parantri13 Februari 2026 / 17:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Budaya Nyadran (Foto: Tutur/AI)
Budaya Nyadran (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Yogyakarta (tutur.co.id)- Menjelang bulan Ramadan, sejumlah kompleks pemakaman di Yogyakarta mulai ramai. Keluarga datang membawa bunga setaman, air untuk membersihkan nisan, dan doa yang dipanjatkan pelan-pelan. Tradisi ini dikenal sebagai nyadran—ritual ziarah kubur yang dilakukan masyarakat Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus persiapan batin menyambut bulan suci.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), nyadran bukan sekadar kebiasaan tahunan. Ia menjadi bagian dari identitas kultural yang mengikat masyarakat lintas generasi.

Apa Itu Nyadran? Definisi dan Akar Budayanya
Secara etimologis, kata nyadran berasal dari bahasa Sanskerta sraddha, yang berarti keyakinan atau penghormatan kepada arwah leluhur. Dalam praktik masyarakat Jawa, tradisi ini berakulturasi dengan ajaran Islam dan berkembang menjadi ziarah kubur yang dilakukan menjelang Ramadan.

Dalam kajian antropologi, budaya dipahami sebagai sistem makna yang diwariskan. Antropolog dalam esainya Religion as a Cultural System (1966) mendefinisikan budaya sebagai “sistem konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik, melalui mana manusia berkomunikasi, mempertahankan, dan mengembangkan pengetahuan serta sikap terhadap kehidupan.” Definisi ini membantu memahami nyadran bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kolektif tentang ingatan, penghormatan, dan kesadaran akan kefanaan.

Nyadran di Yogyakarta biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (Sya’ban), beberapa pekan sebelum Ramadan. Momentum ini dimaknai sebagai cara membersihkan diri baik secara sosial dan spiritual, sebelum memasuki bulan penuh pengendalian diri.

Nyadran di Yogyakarta: Gotong Royong dan Kebersamaan
Di sejumlah kampung di Yogyakarta, tradisi nyadran masih dijalankan secara komunal. Warga bergotong royong membersihkan area makam, memperbaiki pagar, hingga merapikan rumput liar yang tumbuh di sekitar pusara keluarga.

Rangkaian kegiatannya meliputi membersihkan makam keluarga, tabur bunga dan pembacaan doa, tahlilan bersama, kenduri atau makan bersama warga.

Baca Juga  Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Terisolir di Linge

Kenduri menjadi simbol penting. Makanan dibawa dari rumah masing-masing, lalu disantap bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong yang lekat dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Dalam konteks sosial, nyadran menjadi ruang perjumpaan. Keluarga besar yang jarang bertemu kembali duduk berdampingan, mengingat cerita lama, dan mempererat silaturahmi sebelum Ramadan tiba.

Makna Spiritual Nyadran Menjelang Ramadan
Ziarah kubur dalam Islam dianjurkan sebagai pengingat akan kematian dan kefanaan hidup. Dalam bingkai budaya Yogyakarta, nyadran memperluas makna tersebut dengan sentuhan kekeluargaan dan penghormatan terhadap leluhur.

Membersihkan makam menjadi simbol membersihkan hati. Doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk mereka yang telah tiada, tetapi juga untuk yang masih hidup—agar diberi kesempatan memperbaiki diri sebelum Ramadan.

Tradisi ini menghadirkan jeda: ruang hening untuk refleksi sebelum memasuki bulan suci. Sebab Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menata batin.

Nyadran di Yogyakarta adalah akulturasi antara budaya dan spiritualitas. Kegiatan ini merawat ingatan tentang asal-usul, tentang mereka yang telah mendahului, sekaligus mengingatkan bahwa hidup berjalan sementara.

Dalam sunyi makam dan doa yang dilantunkan perlahan, terselip kesadaran: sebelum Ramadan mengajarkan pengendalian diri, nyadran lebih dulu mengajarkan kerendahan hati.

bulan ramadan nyadran puasa serba-serbi Ramadan Ziarah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrabowo Targetkan 5.000 Desa Nelayan dan 30.000 Koperasi, Dorong Ekonomi Bawah Tumbuh Berkelanjutan
Next Article Prabowo: Stok Beras Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia

Berita Lainnya

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB

Gubernur Jakarta: Gembok Cinta Tepat di Depan Gedung KPK

02 Juli 2026 / 11:14 WIB

Kloter Terakhir Haji 2026 Tiba, Bandara Adi Soemarmo Catat OTP 80 Persen

01 Juli 2026 / 15:51 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lagi, 1.256 SPPG Wilayah Indonesia Timur Kena Suspend

Toto Pribadi01 April 2026 / 14:59 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.