Malang (Tutur.co.id) – Sejumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin menyampaikan apresiasi sekaligus menitipkan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto supaya terus memperhatikan masyarakat kecil, terutama guru ngaji dan ulama di daerah.
Perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren dan pelayanan keagamaan mulai terasa sejak awal masa pemerintahan Prabowo. Namun, nahdliyin berharap perhatian tersebut konsisten, utamanya bagi ulama dan guru ngaji karena keduanya berkontribusi dalam pendidikan agama Islam.
Salah satunya disampaikan Sri Rahayu, salah satu umat NU yang berprofesi sebagai guru mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran. Ia merasakan banyak perubahan positif, dari segi kesejahteraan maupun ekonomi, sejak Prabowo menjabat Presiden. Namun ia berharap Presiden terus memberikan perhatian lebih banyak lagi kepada guru ngaji.
“Harapan saya Presiden Prabowo membawa Indonesia lebih maju lagi, terutama terus memperhatikan masyarakat kecil, khususnya di bidang agama. Saya ini guru TPQ, jadi sangat berharap perhatian untuk guru ngaji,” katanya saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Minggu (8/2/2026).
Ungkapan serupa juga disampaikan warga NU lainnya, Enda Sri Pancawati. Ia menilai Prabowo telah menunjukkan perhatian kepada kalangan ulama. Menurutnya, kedekatan antara pemimpin negara dan ulama menjadi modal penting dalam membangun kerukunan serta persatuan bangsa.
“Saya sangat salut kepada Pak Presiden. Di usianya yang sudah matang, pengalamannya juga matang untuk memperhatikan kaum ulama. Bagaimanapun ulama dan umara harus menyatu,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian lebih besar kepada para ulama karena perannya yang vital dalam menjaga karakter bangsa.

