Liverpool (tutur.co.id) – Keputusan mengejutkan datang dari bintang Mohamed Salah yang dipastikan akan meninggalkan Liverpool FC pada akhir musim 2025/2026. Kepastian ini diumumkan langsung melalui kanal resmi klub serta pesan pribadi sang pemain kepada para penggemar.
Langkah ini menandai berakhirnya kebersamaan selama sembilan musim antara Salah dan Liverpool sebuah periode yang dipenuhi prestasi dan catatan gemilang.
Dalam pernyataan resminya, Liverpool menyebut bahwa penyerang asal Mesir tersebut akan mengucapkan perpisahan setelah menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Salah juga menyampaikan pesan emosional melalui video yang diunggah, sebagai bentuk penghormatan kepada klub dan para suporter yang selama ini mendukungnya.
Didatangkan dari AS Roma pada Juli 2017, Salah langsung menjelma menjadi mesin gol utama The Reds.
Berdasarkan data Transfermarkt, ia telah mencatat:
- 435 penampilan
- 255 gol
- 122 assist
Tak hanya itu, kontribusinya juga membawa Liverpool meraih berbagai gelar bergengsi, di antaranya:
- 2 Liga Inggris
- 1 Piala FA
- 3 Piala Liga Inggris
- 1 Community Shield
- 1 Liga Champions
- 1 Piala Super Eropa
- 1 Piala Dunia Antarklub
Prestasi tersebut menegaskan status Salah sebagai salah satu legenda modern Liverpool.
Dalam pernyataannya, Salah mengaku tidak pernah membayangkan hubungan yang begitu dalam dengan klub dan kota Liverpool.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari rekan setim hingga para penggemar yang selalu setia mendukung dalam situasi apa pun.
Salah juga menegaskan bahwa Liverpool akan selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya, bahkan setelah ia meninggalkan klub.
Kepergian Mohamed Salah menjadi momen emosional bagi Liverpool dan para pendukungnya. Sosok yang identik dengan nomor 11 tersebut telah menjadi simbol kebangkitan klub dalam satu dekade terakhir.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai klub tujuan berikutnya. Namun yang jelas, warisan Salah di Anfield akan sulit tergantikan.
Dengan kepergian ini, Liverpool dipastikan memasuki fase baru dalam membangun kekuatan tim ke depan, sekaligus mengakhiri salah satu era paling sukses dalam sejarah modern mereka. (sas)

