Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menuntaskan seluruh catatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia sebelum Mei 2026. Ia menegaskan, penilaian MSCI saat ini masih bersifat awal sehingga masih tersedia waktu perbaikan hingga periode final pada akhir Mei.
“Ini baru laporan pertama. Masih ada waktu sampai Mei. Saya sudah bicara dengan Ketua OJK dan beliau bilang semuanya akan diselesaikan sebelum Mei,” ujar Purbaya kepada media, usai dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto Rabu (28/1).
Menurut Menteri Keuangan Purbaya, sejumlah catatan MSCI terkait transparansi pasar, praktik goreng saham, serta besaran free float saham kerap dipersepsikan berlebihan oleh pasar. Padahal, isu tersebut sedang ditangani secara bertahap oleh otoritas terkait.
“Yang diminta MSCI itu soal transparansi dan free float. Reaksi pasar dianggap berlebihan, padahal ini masih tahap awal dan akan kita bereskan,” katanya.
Purbaya menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini bukan semata mengejar indeks global, melainkan memperkuat fundamental ekonomi nasional. Ia optimistis, jika ekonomi membaik secara nyata, indeks akan mengikuti dengan sendirinya.
“Saya sebetulnya tidak terlalu fokus ke indeks (IHSG). Kalau ekonominya bagus, otomatis indeks akan naik. Sekarang ekonomi benar-benar kita perbaiki dan saya tidak main-main,” tegasnya.
Ia juga menyebut koordinasi kebijakan antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) semakin solid, termasuk dalam upaya memberantas praktik manipulasi harga saham yang selama ini menjadi sorotan investor.
“Sekarang kebijakan moneter, fiskal, dan investasi sudah jauh lebih sinkron. OJK dan BEI kita minta mempercepat pembenahan, termasuk soal penggorengan saham,” ujarnya.
Terkait tekanan di pasar saham belakangan ini, Purbaya menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum yang sehat. Ia yakin, setelah seluruh catatan MSCI dibereskan sebelum Mei, kepercayaan investor akan kembali menguat.
“Kalau pasar turun karena isu yang kita tahu akan diperbaiki dalam waktu tidak lama, seharusnya ini jadi kesempatan. Sebelum Mei semuanya harusnya sudah clear,” tutupnya.

