Jakarta (tutur.co.id) – Kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold 2 tampaknya sangat ditunggu-tunggu. Generasi kedua ponsel lipat tiga ini dikabarkan akan hadir dengan bodi yang lebih tipis dari pendahulunya. Perubahan ini diyakini berkat pengembangan engsel baru yang sedang disiapkan Samsung.
Sebelumnya, Samsung Galaxy Z TriFold sudah lebih dulu hadir dengan desain unik tiga lipatan. Saat dibuka, ketebalannya hanya sekitar 3,9-4,2 mm, namun menjadi 12 mm saat dilipat. Meski terbilang canggih, perangkat ini sempat dihentikan di pasar, membuat kehadiran versi barunya makin dinantikan.
Berbicara distribusi dan konsumen, Galaxy Z TriFold memang bukan ponsel untuk semua orang. Perangkat ini hanya tersedia di beberapa negara seperti Korea Selatan, China, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Namun statusnya yang eksklusif itu justru menjadi daya tarik tersendiri di pasar smartphone premium.
Dari pengalaman penggunaan, TriFold memang terasa cukup “berisi” saat dilipat. Dengan dua engsel dan tiga bagian layar, bentuknya jelas lebih tebal dibanding ponsel biasa. Namun bagi pengguna yang mengincar layar super luas, kompromi ini terasa sepadan.
Menariknya, dibanding pesaing seperti Huawei Mate XT Ultimate, desain TriFold punya keunggulan tersendiri. Layar utamanya bisa terlipat sepenuhnya ke dalam, sehingga tidak terekspos saat perangkat ditutup. Hal ini membuatnya lebih aman sekaligus menunjukkan kemampuan engineering Samsung yang serius di kategori ini.
Bobotnya yang mencapai lebih dari 300 gram memang membuatnya kurang nyaman digunakan dengan satu tangan. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Z Fold7 hanya berbobot sekitar 215 gram. Karena itu, penggunaan dua tangan jadi hal yang hampir tak terhindarkan.
Namun semua kekurangan itu seolah terbayar saat layar 10 inci-nya dibuka penuh. Menonton video jadi lebih imersif tanpa banyak ruang kosong seperti di foldable biasa. Ditambah lagi, kemampuan membuka hingga tiga aplikasi sekaligus membuat TriFold terasa seperti tablet mini yang bisa dilipat, bukan sekadar smartphone biasa.

