Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»MDMB-4EN-PINACA: Narkotika Sintetis Mematikan yang Mengintai di Balik Vape

MDMB-4EN-PINACA: Narkotika Sintetis Mematikan yang Mengintai di Balik Vape

Nasional Toto Pribadi19 Februari 2026 / 14:43 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Vape (Foto: Kemenkes)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menggelar pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana narkotika di Karawang pada Rabu (18/2) kemarin. Dari barang bukti yang dimusnahkan ada juga jenis. MDMB-4EN-PINACA dalam bentuk padat dan cairan.

Tidak seperti ganja dan sabu, tentu MDMB-4EN-PINACA masih terdengar asing di telinga. Lalu apa itu MDMB-4EN-PINACA yang kerap dikaitkan dengan kasus narkotika? Dan apa bahaya dari MDMB-4EN-PINACA?

MDMB-4EN-PINACA adalah salah satu jenis kanabinoid sintetis, yakni senyawa kimia buatan yang dirancang untuk meniru efek zat aktif ganja (THC) pada tubuh manusia. Meski sering dipasarkan sebagai “tembakau sintetis” atau campuran herbal, zat ini tidak berasal dari tanaman alami, melainkan dibuat di laboratorium dengan struktur kimia yang kompleks.

Termasuk Golongan Narkotika Baru (NPS)

MDMB-4EN-PINACA masuk dalam kategori New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru. Kelompok ini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena produsen gelap terus memodifikasi struktur kimia untuk menghindari aturan hukum.

Di Indonesia, pengawasan terhadap zat seperti ini berada di bawah kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN), yang secara berkala memperbarui daftar zat terlarang sesuai perkembangan temuan di lapangan.

Cara Kerja di Dalam Tubuh

Secara farmakologis, MDMB-4EN-PINACA bekerja dengan mengikat reseptor cannabinoid (CB1 dan CB2) di otak dan sistem saraf. Namun, berbeda dengan ganja alami, efek zat sintetis ini sering kali jauh lebih kuat, tidak stabil dan sulit diprediksi dampaknya.

Beberapa efek yang dilaporkan dari penggunaan MDMB-4EN-PINACA antara lain halusinasi berat, paranoia dan kecemasan ekstrem, detak jantung cepat (takikardia), tekanan darah meningkat,kejang dan penurunan kesadaran.

Dalam sejumlah kasus di berbagai negara, kanabinoid sintetis seperti MDMB-4EN-PINACA juga dikaitkan dengan keracunan akut hingga kematian.

Baca Juga  Jurnalis dan Aktivis Global Sumut Flotilla Tiba di Tanah Air Disambut Menlu Sugiono

Mengapa Berbahaya?

Berbeda dengan ganja yang kandungan zat aktifnya relatif dapat diperkirakan, MDMB-4EN-PINACA sering kali dicampurkan secara ilegal ke dalam rokok elektrik (vape), cairan liquid, atau tembakau tanpa label yang jelas. Pengguna sering kali tidak mengetahui dosis maupun kandungan sebenarnya.

Selain itu, zat ini diproduksi tanpa standar keamanan, sehingga kemurnian dan konsentrasinya sangat bervariasi.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, MDMB-4EN-PINACA telah dimasukkan dalam daftar zat terlarang karena efeknya yang berbahaya dan potensi penyalahgunaannya yang tinggi. Kepemilikan, distribusi, maupun produksinya dapat dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BNN headline Narkoba Narkotika Vape
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDaftar 11 MoU Indonesia dan AS Senilai Rp648,9 Triliun, Disaksikan Prabowo
Next Article Video: Ketua BEM UGM Diteror, Mensesneg: Negara Jamin Kebebasan Berpendapat

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Situasi Iran Memburuk, Sekjen PBB Sampaikan Keprihatinan Mendalam

Deba Salamah16 Januari 2026 / 21:30 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.