Jakarta (tutur.co.id)- Arus balik Lebaran 2026 terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, hingga puncak arus balik pada 24 Maret 2026, sebanyak 1.958.838 kendaraan tercatat telah kembali ke wilayah Jabotabek.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), serta Ciawi (arah Puncak).
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, angka tersebut telah mencapai 57,7 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan akan kembali ke Jabotabek hingga akhir periode arus balik pada 31 Maret 2026.
Dari sisi distribusi, arus kendaraan masih didominasi dari arah timur, yaitu Trans Jawa dan Bandung, dengan total 850.180 kendaraan atau 43,4 persen. Disusul dari arah barat (Merak) sebanyak 617.826 kendaraan (31,5 persen), serta dari arah selatan (Puncak) sebanyak 490.832 kendaraan (25,1 persen).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut lonjakan arus balik terlihat jelas pada puncak arus balik 24 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 256.338 kendaraan, atau meningkat 99 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di angka 128.802 kendaraan.
Ia memperkirakan volume kendaraan masih akan terus meningkat, terutama pada puncak arus balik susulan yang diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur waktu perjalanan. Salah satu langkah yang dapat dimanfaatkan adalah program diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga.
Ruas tol yang mendapatkan potongan tarif tersebut meliputi Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ), Tol Palimanan–Kanci, Tol Batang–Semarang, Tol Semarang Seksi ABC, Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera), Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Tol Cipularang, serta Tol Padaleunyi.
Selain memanfaatkan diskon tarif, masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu juga disarankan menggunakan skema Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026. Dengan menggeser jadwal perjalanan ke periode tersebut, pemudik berpeluang menghindari kepadatan saat puncak arus balik.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.

