Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Harus Jadi Pilar Pembangunan, Bukan Sekadar Label

Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Harus Jadi Pilar Pembangunan, Bukan Sekadar Label

Makro Gusti Tetiro24 Februari 2026 / 20:09 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Presiden ke-13 dan Ketua Penasihat CSED INDEF Maruf Amin menyampaikan keynote speech pada Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sarasehan ini bertujuan untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan ekonomi syariah Indonesia dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045 dan visi sebagai pusat ekonomi syariah global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, menegaskan pentingnya pengarusutamaan ekonomi syariah sebagai pilar baru pembangunan nasional. Dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, ia mengingatkan agar praktik ekonomi syariah tidak berhenti pada simbol dan formalitas, melainkan menjadi sistem yang hidup dan berorientasi pada keadilan serta keberkahan.

Dalam keynote speech yang disampaikan Selasa (24/2/2026), Ma’ruf mengibaratkan peran ekonom syariah layaknya sosok “kyai” di pesantren. Mereka bukan sekadar teknokrat yang menghitung angka, tetapi penjaga nilai dan arah kebijakan agar ekonomi tetap berpijak pada prinsip keadilan.

“Dunia hari ini sudah seharusnya memiliki ekonomi yang berkualitas agar tidak terjadi ketimpangan. Ekonomi syariah hadir bukan hanya menciptakan pertumbuhan atau profit, tetapi juga menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

 

Berakar pada Maqashid Syariah

Ketua Penasihat CSED Indef itu menjelaskan, fondasi ekonomi syariah berakar pada maqashid syariah, yakni perlindungan terhadap agama, keturunan, dan harta. Karena itu, sistem ini tidak semata mengejar pertumbuhan, tetapi juga distribusi kekayaan yang adil dan berkelanjutan.

“Ekonomi syariah itu menjaga agama, menjaga keturunan, dan menjaga harta. Karena itu ia tidak hanya bicara pertumbuhan, tetapi juga distribusi dan keberkahan,” ujarnya.

Ia kemudian memperdalam analoginya dengan menyamakan ekosistem ekonomi syariah dengan struktur pesantren. Dalam ekosistem tersebut, ada sumber daya manusia seperti santri, ada ilmu sebagai rujukan seperti kitab, dan ada penjaga arah seperti kyai.

“Bukan fasilitasnya yang menentukan, tetapi rohnya. Tanpa ruh, yang lahir hanya formalitas,” jelas Ma’ruf.

 

Integrasi Industri Halal hingga Zakat

Ma’ruf mewanti-wanti agar praktik ekonomi syariah tidak terjebak pada label atau simbol semata. Ia menekankan pentingnya integrasi antara industri halal, zakat, wakaf, dan keuangan syariah dalam satu sistem yang saling terhubung.

Baca Juga  Lini Belakang MU Dilanda Krisis Jelang Duel Kontra Chelsea

“Industri halal tidak boleh berjalan sendiri. Zakat dan wakaf juga tidak boleh berjalan sendiri. Semua harus menjadi satu kesatuan dalam sistem ekonomi syariah,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki prasyarat kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia, mulai dari populasi Muslim yang besar hingga potensi filantropi yang signifikan. Namun, kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional masih perlu ditingkatkan.

Regulasi yang ada, lanjutnya, harus diiringi kesadaran kolektif masyarakat dan konsistensi implementasi di lapangan.

 

Dua Agenda Strategis

Untuk mempercepat penguatan ekonomi syariah, Ma’ruf menitipkan dua agenda utama. Pertama, memasyarakatkan ekonomi syariah agar dipahami secara luas lintas kalangan. Kedua, mensyariahkan praktik ekonomi masyarakat agar selaras dengan nilai keadilan dan kemaslahatan.

“Kalau kita konsisten dalam memasyarakatkan ekonomi syariah, insyaallah pertumbuhan ekonomi syariah akan tumbuh lebih maksimal dan menjadi pilar utama ekonomi negeri ini,” pungkasnya.

ekonomi syariah headline industri halal Ma’ruf Amin maqashid syariah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSidang Gugatan Ijazah: Citizen Lawsuit Tergugat Pasti Penyelenggara Negara
Next Article Smartphone Lipat Pink untuk Perempuan: Kombinasi Teknologi dan Gaya

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Realisasi Anggaran MBG Triwulan I 2026 Tembus Rp60 Triliun, Pemerintah Optimistis Dongkrak Ekonomi

Gusti Tetiro12 Februari 2026 / 12:30 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.