Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Lebaran di Mesir: Jejak Zaman Firaun dalam Kue Kahk

Lebaran di Mesir: Jejak Zaman Firaun dalam Kue Kahk

Nasional Muthia Hanifah21 Maret 2026 / 09:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Keluarga muslim di Mesir pada masa lebaran diwarnai dengan menikmati hidangan khas. Salah satu yang pupuler adalah kue Kahk. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kairo (tutur.co.id) – Lebaran di Mesir tidak hanya dirayakan sebagai momen keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara tradisi Islam dan warisan peradaban kuno. Di balik suasana Idulfitri, tersimpan satu simbol yang bertahan lintas zaman: kahk—kue khas yang tak pernah absen dari meja perayaan.

Di setiap rumah, aneka kue disiapkan untuk menyambut hari kemenangan. Tradisi ini tidak sekadar soal hidangan, tetapi juga cerminan identitas budaya. Menariknya, masyarakat Mesir kerap menyebut seluruh kue Lebaran dengan istilah kahk el-Eid, yang menunjukkan betapa dominannya posisi kahk dalam perayaan ini.

Beberapa kue khas yang hampir selalu hadir saat Lebaran di Mesir antara lain:

  • Kahk (kahk el-Eid): Kue paling ikonik, berbentuk bulat kecil dengan taburan gula halus. Memiliki berbagai isian seperti ajwa (pasta kurma), malban (permen kenyal), hingga kacang-kacangan.

  • Guraibah: Kue bertekstur sangat lembut dan rapuh, hampir meleleh di mulut. Biasanya dibuat dari campuran mentega, gula, dan tepung.

  • Petit four: Kue kecil berwarna-warni yang dihias cokelat atau selai, mencerminkan pengaruh Eropa dalam tradisi kuliner Mesir modern.

  • Biskuit Lebaran: Beragam bentuk dan rasa, sering dihias sederhana, menjadi pelengkap hidangan utama saat silaturahmi.

Tradisi membuat kue-kue ini dilakukan menjelang Lebaran. Keluarga berkumpul di dapur, menyiapkan adonan, mencetak, hingga memanggang bersama. Aktivitas ini menjadi ritual sosial yang mempererat hubungan antaranggota keluarga sekaligus menjaga kesinambungan tradisi.

Perempuan Mesir pada masa menjelang lebaran disibukkan dengan menyiapkan hidangan. Salah satu yang populer adalah kue Kahk. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)

Yang membuat kahk menonjol dibanding kue lainnya adalah akar sejarahnya. Sejumlah temuan arkeologis menunjukkan bahwa kue serupa telah dikenal sejak Zaman Firaun. Relief kuno bahkan menggambarkan proses pembuatan kue untuk keperluan ritual, dengan bentuk yang tidak jauh berbeda dari kahk masa kini.

Seiring masuknya Islam ke Mesir, tradisi ini tidak hilang, melainkan beradaptasi. Kahk kemudian menjadi bagian dari Idulfitri, menjembatani warisan kuno dengan praktik keagamaan modern. Ia menjadi simbol bagaimana budaya dapat bertahan dengan menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman.

Baca Juga  Oleh-Oleh Legendaris Yogyakarta yang Wajib Dibawa Saat Arus Balik Lebaran

Pada akhirnya, Lebaran di Mesir bukan hanya tentang ibadah dan silaturahmi. Ia juga tentang ingatan kolektif yang terus hidup. Dari dapur sederhana hingga meja perayaan, kahk dan kue-kue lainnya menjadi penanda bahwa tradisi, jika dirawat, mampu melampaui waktu.

idulfitri 2026 Kue Guraibah Mesir Kue Kahk Mesir Kuliner Mesir Lebaran di Mesir Mudik tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTekankan Kesalehan Sosial, Ma’ruf Amin: Ramadan Bangun Solidaritas Ekonomi dan Harmoni Bangsa
Next Article Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Sapa Warga dan Bagikan Sembako

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026

17 Juli 2026 / 07:41 WIB
Form Komentar Cancel Reply

4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Operasi Global Pertamina

Galuh Parantri20 April 2026 / 15:24 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.