Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Lebaran di Tromsø: Saat Matahari Tak Pernah Muncul, Bagaimana Muslim Berpuasa dan Berhari Raya?

Lebaran di Tromsø: Saat Matahari Tak Pernah Muncul, Bagaimana Muslim Berpuasa dan Berhari Raya?

Internasional Muthia Hanifah21 Maret 2026 / 19:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pada ramadan dan idulfitri seperti tahun 2026 yang jatuh pada musim dingin (September-Maret), suasana syahdu idulfitri di Tromsø diwarnai dengan pemandangan langit indah berhias aurora borealis (cahaya utara). (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tromsø (tutur.co.id) – Di Tromsø, konsep siang dan malam bukan lagi sesuatu yang pasti. Kota kecil di utara Norwegia ini berada di Lingkar Arktik—wilayah yang akrab dengan fenomena ekstrem: matahari tak terbenam di musim panas, dan tak pernah terbit di musim dingin. Di tengah lanskap yang tak biasa itu, umat Muslim menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan cara yang tak kalah unik.

Ketika ramadan  dan idulfitri jatuh pada musim panas, Tromsø mengalami midnight sun—matahari bersinar hampir 24 jam nonstop. Langit tetap terang bahkan saat tengah malam. Dalam kondisi ini, penentuan waktu puasa menjadi problem tersendiri. Sebab, patokan klasik—terbit dan terbenamnya matahari—tidak lagi relevan.

Solusinya, komunitas Muslim di Tromsø mengacu pada waktu kota lain yang memiliki siklus normal, atau mengikuti waktu di Mekkah. Dengan cara ini, waktu sahur dan berbuka tetap terukur, meski secara visual langit tidak pernah gelap. Akibatnya, ada momen ketika azan magrib berkumandang saat matahari masih tinggi—sebuah pengalaman yang terasa janggal bagi mereka yang terbiasa dengan ritme tropis.

Sebaliknya, jika ramadan  dan idulfitri datang di musim dingin (September-Maret) seperti tahun ini, Tromsø memasuki fase polar night. Matahari tak muncul sama sekali selama berminggu-minggu. Tantangan pun berbalik: bukan lagi menahan lapar di bawah terang yang tak berujung, tetapi menjalani ibadah dalam gelap yang panjang dan sunyi. Suasana syahdu idulfitri di Tromsø diwarnai dengan pemandangan langit indah berhias aurora borealis (cahaya utara). Aurora borealis adalah fenomena alam berupa pancaran cahaya menari-nari berwarna hijau, ungu, atau merah di langit malam kutub utara. Ini terjadi akibat interaksi antara partikel bermuatan matahari (angin surya) dengan medan magnet dan gas atmosfer bumi.

Baca Juga  Video: Ledakan Konvoi UNIFIL Tewaskan 3 TNI, PBB: Penjaga Perdamaian Tidak Boleh Jadi Target!

Lalu bagaimana dengan Lebaran? Di tengah kondisi ekstrem itu, Idulfitri tetap dirayakan. Komunitas Muslim yang kecil—terdiri dari imigran berbagai negara—biasanya berkumpul di masjid atau pusat komunitas. Salat Id dilaksanakan sederhana, lalu dilanjutkan dengan tradisi saling berkunjung dan berbagi makanan.

Secara visual, Lebaran di Tromsø bisa terasa ganjil. Jika jatuh di musim panas, perayaan berlangsung di bawah langit yang terus terang—tanpa nuansa pagi atau sore. Namun justru di situ letak maknanya: Lebaran tidak bergantung pada lanskap alam, melainkan pada rasa kebersamaan. Di kota yang tak mengenal malam, umat Muslim tetap menemukan cara merayakan hari kemenangan—dengan ritme, tafsir, dan kehangatan mereka sendiri.

Auora Borealis headline Kutub Utara Lebaran di Kutub Utara Midnight Sun Norwegia Tromsø
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Ucapkan Selamat Idulfitri, Purbaya: Semoga Makin Sukses dan Bahagia
Next Article Video: Prabowo Gelar Open House Idulfitri, Mensesneg: Pejabat Tak Wajib Hadir

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Samuel Sekuritas: Worst is Over, Saham Bank dan Emiten Berbasis Dolar Siap Melaju

Gusti Tetiro15 Juni 2026 / 08:10 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.