Jakarta (tutur.co.id) – Pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera dan Jawa Barat terus bergerak maju. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut sebagian besar layanan publik kini telah kembali berjalan normal, bahkan mencapai 100 persen di banyak daerah terdampak, seiring percepatan rehabilitasi infrastruktur dasar.
Bima mengatakan, kondisi di wilayah Sumatera menunjukkan kemajuan paling signifikan. Listrik, pendidikan, dan aktivitas pemerintahan secara umum telah pulih. Sumatera Barat, menurut dia, telah sepenuhnya terkoneksi listrik, sementara Sumatera Utara dan Aceh tinggal menyisakan sebagian kecil wilayah yang masih dalam proses pemulihan jaringan.
“Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatera Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung,” kata Bima Arya kepada media usai menjadi narasumber program Khusus BTV Indonesia Outlook di Studio BTV, Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, Kamis (29/1/2026).
Pemerintah pusat juga menargetkan percepatan pemindahan warga terdampak dari tenda darurat ke hunian sementara dalam waktu satu bulan ke depan. Skema ini disiapkan agar tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di lokasi pengungsian darurat, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Bima, pemulihan layanan publik menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat seperti sebelum bencana terjadi.
“Pelayanan publik juga sudah berjalan semua 100 persen, hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses, tetapi pembersihan sudah tuntas di pusat pemerintahan di Kota Aceh Tamiang,” ujarnya.
Situasi berbeda dihadapi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di wilayah ini, proses penanganan bencana masih menemui kendala berat, terutama karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi serta pembersihan material.
Bima menyebut timbunan material di lokasi bencana bahkan mencapai kedalaman hingga 20 meter. Meski demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan. Pemerintah juga memastikan warga terdampak menerima santunan serta insentif untuk mendukung relokasi sementara ke tempat yang lebih aman, baik ke rumah kerabat maupun lokasi alternatif lainnya.

