Los Angeles (tutur.co.id) – Kontes Slam Dunk NBA All-Star 2026 dipastikan akan melahirkan juara baru. Ajang adu kreativitas dunk ini akan digelar di Intuit Dome, Los Angeles, pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan seluruh peserta tampil untuk pertama kalinya di panggung Slam Dunk Contest.
Tidak ada nama bintang besar NBA maupun juara bertahan pada edisi tahun ini. Mac McClung, yang sukses menjuarai Kontes Slam Dunk selama tiga tahun beruntun, dipastikan absen dan tidak akan mengejar gelar keempatnya secara beruntun.
McClung mengungkapkan keputusannya untuk tidak ambil bagian bukan karena satu alasan tunggal. “Tidak akan ada empat kali berturut-turut. Tidak ada satu alasan utama, tetapi banyak pertimbangan yang akhirnya mengarah pada keputusan untuk tidak ikut,” ujar McClung pada akhir Januari lalu.
Meski tanpa kehadiran juara bertahan, NBA memastikan Kontes Slam Dunk 2026 tetap menarik. Empat pemain muda dengan gaya bermain eksplosif telah diumumkan sebagai peserta, yakni Jaxson Hayes (Los Angeles Lakers), Carter Bryant (San Antonio Spurs), Keshad Johnson (Miami Heat), dan Jase Richardson (Orlando Magic).
Jaxson Hayes menjalani musim ketujuhnya di NBA dan tiga musim terakhir bersama Los Angeles Lakers. Kehadirannya mencatat sejarah tersendiri karena Hayes menjadi pemain Lakers pertama yang mengikuti Kontes Slam Dunk sejak Dwight Howard pada 2020. Dalam sejarah Lakers, hanya Kobe Bryant yang pernah menjuarai ajang ini pada 1997.
Hayes mengaku partisipasinya di Kontes Slam Dunk merupakan mimpi yang akhirnya terwujud. Ia menyebut kontes ini sebagai bagian dari pencapaian besar seorang pemain NBA. “Saya selalu menyukai Kontes Slam Dunk. Dari cara saya bermain, itu sudah terlihat. Jadi saya sangat antusias,” ungkap Hayes.
Sementara itu, Jase Richardson mengikuti jejak sang ayah, Jason Richardson, yang pernah menjuarai Kontes Slam Dunk pada 2002 dan 2003 bersama Golden State Warriors. Jase sendiri masuk NBA sebagai pilihan ke-25 NBA Draft 2025 dan kini siap menorehkan namanya di ajang bergengsi tersebut.
Nama lain yang patut diperhatikan adalah Carter Bryant, rookie San Antonio Spurs sekaligus pilihan ke-14 NBA Draft 2025. Meski masih di musim perdananya dan mencatat rata-rata 2,8 poin serta 1,8 rebound, Bryant berani mengambil tantangan besar di Kontes Slam Dunk.
Peserta terakhir, Keshad Johnson, menjalani musim keduanya di NBA setelah sebelumnya membagi waktu antara Miami Heat dan Sioux Falls Skyforce di G League. Atletis dan eksplosif, Johnson dinilai berpotensi menghadirkan kejutan.
Kontes Slam Dunk NBA All-Star 2026 akan menggunakan format dua babak. Pada babak pertama, setiap peserta melakukan dua dunk, dengan skor gabungan menentukan dua pemain terbaik yang lolos ke final. Di babak penentuan, masing-masing finalis kembali melakukan dua dunk, dan peraih skor total tertinggi akan dinobatkan sebagai juara.
Dengan absennya juara bertahan dan hadirnya empat debutan, Kontes Slam Dunk 2026 diprediksi menjadi ajang penuh kejutan sekaligus awal lahirnya bintang baru di panggung NBA All-Star. (sas)

