Jakarta (tutur.co.id) – Konsolidasi Nasional Konferensi Republik yang digelar secara daring di Jakarta, membentuk 20 formatur untuk menyusun kepengurusan dalam dua pekan ke depan. Forum ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Republik di Yogyakarta.
“Tadi kebetulan secara volunteer ada 17 orang tambahan yang menjadi formatur jadi 3 plus 17, 20 orang. Dan itu akan rapat dalam waktu dekat sehingga dalam waktu dua pekan kita sudah bisa bentuk kurang lebih kepengurusan,” ujar Ketua Panitia Sudirman Said saat konferensi pers, Minggu 28 Juni 2026.
Tiga mandat yang dihasilkan forum di Jakarta adalah platform gerakan, strategi pengorganisasian, dan embrio kepemimpinan ke depan.
“Tapi juga bukan kepengurusan final karena setelah kami berjalan terus dari daerah ke daerah mungkin akan ada tambahan-tambahan baik yang sifatnya memperkaya platform maupun memperkuat organisasi,” tambah Sudirman.
Yanuar Nugroho menjelaskan tiga hal yang dibahas sepanjang forum: platform berbasis nilai kebaikan bersama, desain organisasi bersifat jejaring, dan kepemimpinan institusional, kolektif, serta intrinsik.
“Konferensi Republik itu bukan partai, bukan organisasi hierarkis yang punya pusat lalu cabang-cabang. Dalam desain organisasi yang kami diskusikan ini sifatnya jejaring yang luas yang menghubungkan berbagai kelompok yang berbeda-beda,” ujar Yanuar.
Forum ini dihadiri sekitar 200 peserta secara offline dan 200 peserta daring dari berbagai latar belakang, mulai dari penerbit buku, kelompok masyarakat sipil, perempuan, penyandang disabilitas, petani, buruh, hingga akademisi. Konferensi Republik akan terus bergulir ke berbagai daerah seperti Medan, Sulawesi, Bandung, dan NTT.

