Jakarta (tutur.co.id) — Grup musik KLa Project membuka konser perayaan 37 tahun perjalanan bermusik bertajuk “LUX NOVA” dengan membawakan lagu Tinggal Sehari di hadapan ribuan penonton yang memadati Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam. Lagu tersebut menjadi pembuka yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan nyanyian bersama dari para penggemar.
Selepas itu, KLa Project melanjutkan penampilan dengan lagu Datanglah Pesona dan Menjemput Impian. Permainan tata cahaya yang dinamis memperkuat atmosfer konser, menciptakan nuansa intim sekaligus megah dalam perayaan panjang karier grup yang digawangi Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi Adrian tersebut.
Konser “LUX NOVA” digelar sebagai penanda lebih dari tiga dekade kiprah KLa Project di industri musik Indonesia. Judul konser ini dimaknai sebagai simbol cahaya baru dan fase kreatif berikutnya yang ingin ditawarkan KLa Project kepada para pendengarnya.
Vokalis Katon Bagaskara, seperti dilaporkan Antara, menyampaikan apresiasi kepada para penonton yang hadir dan setia mengikuti perjalanan KLa Project hingga kini. Ia mengaku terkejut dengan antusiasme yang terus terjaga dalam beberapa tahun terakhir.
“Biasanya kami membuat pertunjukan lima tahun sekali. Tapi tiga tahun berturut-turut ini di luar dugaan kami. Berarti yang hadir malam ini orang-orang istimewa. Terima kasih karena kalian masih mencintai kami,” ujar Katon dari atas panggung.
Berbeda dari konser-konser sebelumnya, KLa Project merancang “LUX NOVA” dengan konsep interaksi yang lebih dekat antara musisi dan penonton. Susunan repertoar pun tidak hanya diisi lagu-lagu populer yang sudah melekat di benak publik, tetapi juga sejumlah lagu yang jarang dibawakan dalam pertunjukan langsung.
“Kami sajikan lagu-lagu yang jarang kami bawakan, khusus untuk teman-teman yang istimewa,” kata Katon.
Konser ini menjadi penegasan bahwa KLa Project tidak hanya merayakan nostalgia, tetapi juga terus membuka ruang kreatif baru. Di usia ke-37 tahun, KLa Project menunjukkan bahwa karya dan kedekatan dengan pendengar tetap menjadi cahaya utama yang menjaga mereka relevan di panggung musik Indonesia.

