Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Breaking News»Kisah Warga Aceh Tamiang Bangkit dari Banjir dan Tempati Huntara

Kisah Warga Aceh Tamiang Bangkit dari Banjir dan Tempati Huntara

Breaking News Adi P10 Januari 2026 / 11:41 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rumah atau hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Danantara)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Aceh Tamiang (tutur.co.id) – Hujan dan gemuruh air yang datang tanpa ampun pada akhir November 2025 itu masih terpatri kuat di ingatan Siti Rahma. Warga Kampung Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, itu tak pernah menyangka sungai yang selama ini akrab dengan hidupnya akan berubah menjadi arus yang merenggut rumah dan rasa aman keluarganya.

Selama bertahun-tahun, Siti terbiasa hidup berdampingan dengan sungai. Air pasang dan surut bukan hal asing. Namun malam itu berbeda. Air tak hanya meluap, tapi terus naik, merangsek masuk, hingga akhirnya menyapu bersih rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh dan berkumpul. “Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi,” kenangnya lirih.

Aceh Tamiang merupakan wilayah terdampak parah bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 150 ribu jiwa lebih. Warga terpaksa mengungsi, meninggalkan puing-puing rumah dan memulai hari-hari panjang di posko pengungsian dengan segala keterbatasan.

Siti dan keluarganya adalah bagian dari arus manusia yang bertahan di Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang. Selama hampir sebulan, mereka hidup berdesakan, bergantung pada bantuan, sambil memupuk satu harapan sederhana: kembali memiliki ruang untuk memeluk keluarga tanpa rasa cemas setiap kali hujan turun.

Harapan itu akhirnya berlabuh. Kamis (8/1) menjadi hari yang tak akan mudah Siti lupakan. Ia dan keluarganya meninggalkan posko dan melangkah ke sebuah hunian sementara—huntara—yang meski tak permanen, memberinya kembali rasa pulang. “Kami alhamdulillah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari bapak Presiden,” ujarnya dengan mata berbinar.

Baca Juga  Mayoritas SPBU dan Agen LPG di Wilayah Banjir Sumatra Pulih, Pertamina: Stok Aman

Siti kini menempati salah satu dari 600 unit huntara yang dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. Huntara ini menjadi jembatan harapan bagi keluarga-keluarga yang kehilangan segalanya, sembari menunggu kehidupan yang lebih tetap.

Siti Rahma dan yati di Rumah atau hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Danantara)

Hunian itu jauh dari kesan darurat yang dingin dan asing. Setiap unit dilengkapi pintu dan jendela untuk sirkulasi udara, dua tempat tidur, lemari, kipas angin, serta meja makan sederhana. Jalan antarblok ditata dengan rumput buatan, pot tanaman hijau berdiri di depan pintu—detail kecil yang memberi rasa manusiawi setelah trauma panjang.

Rasa syukur serupa juga diucapkan Yati, warga lain yang kini bisa kembali menutup pintu di malam hari tanpa takut air datang tiba-tiba. “Alhamdulillah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga,” katanya.

Di balik dinding-dinding huntara itu, Aceh Tamiang masih menyimpan luka akibat banjir. Namun dari ruang-ruang sederhana itulah, harapan perlahan dirajut kembali—bahwa kehilangan tak selalu berujung pada keputusasaan, selama masih ada tempat untuk pulang dan keluarga untuk dipeluk.

Aceh Tamiang Banjir Banjir Sumatra Danantara Huntara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTol Sibanceh Dibuka Fungsional 24 Jam hingga 22 Januari 2026
Next Article Paus Leo XIV dan Dunia yang Kian Gemar Berperang

Berita Lainnya

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Saat Gubernur DKI Jakarta Dibuat Sibuk Berantas Ikan Sapu-sapu

Toto Pribadi12 April 2026 / 15:06 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026

18 Juli 2026 / 18:36 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.