Probolinggo (tutur.co.id) – Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp16.118.700.000 bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Penyerahan dilakukan di Kantor Bupati Probolinggo sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial dan percepatan pemulihan ekonomi pascabencana banjir.
Bantuan tersebut difokuskan untuk menopang masyarakat ekonomi rentan sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi warga terdampak bencana yang melanda lima kecamatan sejak Sabtu (21/2) malam, yakni Kraksaan, Kotaanyar, Gading, Krejengan, dan Besuk.
Khofifah menegaskan, penyaluran bansos ini dirancang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mendorong kemandirian dan pemulihan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kombinasi antara bantuan sosial dan penguatan sektor produktif diharapkan mampu mempercepat economic recovery di wilayah terdampak.
Rincian Penyaluran Bansos Rp16,1 Miliar
Total bantuan Rp16,1 miliar tersebut disalurkan melalui dua perangkat daerah dan satu BUMD Provinsi Jawa Timur, dengan rincian:
1. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur – Rp8.650.700.000
Alokasi ini mencakup:
- PKH Plus sebesar Rp6.560.000.000 untuk 3.280 keluarga
- Bantuan sosial kemiskinan ekstrem Rp412.500.000 untuk 275 jiwa
- Bantuan penyandang disabilitas Rp849.600.000 untuk 236 jiwa
- KIP Putri Jawara Rp300.000.000 untuk 100 penerima
- KIP PPKS Jawara Rp15.000.000 untuk 5 penerima
- BOP dan taliasih pilar sosial (SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, Tagana) Rp513.600.000
Khofifah menjelaskan, bantuan sosial yang bersifat asistensi diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Sementara program seperti KIP Jawara dan pengentasan kemiskinan ekstrem diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga penerima.
2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa – Rp7.443.000.000
Dukungan ini menyasar penguatan desa melalui:
- BUMDesa Rp100.000.000 untuk 1 desa
- Program Desa Berdaya Rp100.000.000 untuk 1 desa
- Jatim Puspa Rp604.500.000 untuk 3 desa
- BKK Desa Rp6.638.500.000 untuk 38 desa
Program tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan desa agar mampu bangkit lebih cepat pascabencana.
3. BUMD Provinsi Jawa Timur – Rp25.000.000
Dana ini disalurkan dalam bentuk zakat produktif kepada 50 penerima manfaat. Skema zakat produktif diarahkan untuk mendukung modal usaha kecil agar masyarakat dapat kembali produktif.
Dorong Kemandirian dan Pemulihan Pascabanjir
Menurut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki berbagai program pemberdayaan yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah kabupaten/kota. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Ia berharap kombinasi bantuan sosial dan penguatan ekonomi desa dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat secara bertahap. (sas)

