Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Ketua Komisi XI DPR Dorong Free Float Minimal 15% Demi Fairness Pasar Modal

Ketua Komisi XI DPR Dorong Free Float Minimal 15% Demi Fairness Pasar Modal

Market Gusti Tetiro04 Maret 2026 / 06:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Papan Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto:Tutur/Yoga)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya kebijakan peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) hingga minimal 15% sebagai bagian dari penguatan struktur pasar modal nasional.

Dalam forum Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3/2026), Misbakhun menilai kewajiban free float harus menjamin prinsip fairness bagi investor ritel. Menurutnya, pasar modal diisi oleh perusahaan yang menghimpun dana murah dari publik, sehingga kepemilikan saham yang beredar harus cukup untuk menciptakan mekanisme harga yang sehat.

Ia menyoroti praktik sejumlah emiten yang hanya melepas 5% hingga 7,5% saham saat IPO, sementara mayoritas kepemilikan tetap terkonsentrasi pada satu pihak. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pembentukan harga di pasar sekunder dan membuka ruang manuver yang tidak sehat.

“Jangan sampai emiten hanya menjual 5% atau 7,5% lalu membentuk harga yang kuat di bursa, sementara 90% saham berada di satu korporasi dan dipakai sebagai dasar profiling untuk mengontrol harga,” ujarnya.

Misbakhun juga mengingatkan potensi praktik repo (repurchase agreement) yang dapat dimanfaatkan pemegang saham mayoritas untuk memperoleh pendanaan lebih besar, sementara publik hanya menikmati porsi kecil kenaikan valuasi meski kinerja emiten membaik.

Menurutnya, peningkatan free float harus dibangun di atas prinsip tata kelola yang baik dan praktik terbaik global. Di negara dengan literasi pasar modal tinggi, distribusi kepemilikan saham yang lebih luas membuat dinamika perdagangan lebih sehat dan manfaat pertumbuhan perusahaan dirasakan lebih merata.

Ia menekankan bahwa pasar modal merupakan wajah perekonomian Indonesia, tempat BUMN dan perusahaan swasta mencari pembiayaan sekaligus menjadi indikator kepercayaan investor global. Karena itu, distribusi kepemilikan yang lebih sehat dinilai penting untuk memperkuat kredibilitas dan integritas pasar.

Baca Juga  Rapat Komisi IX DPR dengan Bos BGN Digelar Tertutup, Kenapa?

“Pembentukan harga jangan hanya menguntungkan pemegang saham mayoritas. Masyarakat juga harus menikmati manfaatnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Misbakhun mengakui edukasi kepada publik masih menjadi tantangan. Banyak masyarakat yang hanya melihat fenomena “saham gorengan”, padahal harga saham terbentuk setiap hari melalui mekanisme pasar yang dinamis.

Dengan dorongan peningkatan free float minimal 15%, DPR berharap struktur pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan, adil, dan mampu memperluas partisipasi investor ritel dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

free float 15% headline Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun pasar modal indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKomitmen pada Global Best Practice, BEI dan KSEI Resmi Publikasikan Data Kepemilikan Saham di Atas 1%
Next Article Terdampak Pasar Saham dan Obligasi, Harga Emas Terjun Bebas, Analis Nilai Reli Logam Mulia Belum Usai

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Mensesneg Bertemu Gubernur BI dan Menkeu, Ini yang Dibahas

Kristo Suryokusumo22 Januari 2026 / 19:30 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.