Paris (Tutur.co.id) – Pelatih Liverpool, Arne Slot, memandang laga perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai momentum penting untuk menebus performa timnya yang belum stabil musim ini. Baginya, pertandingan di Parc des Princes bukan sekadar ujian, melainkan “kesempatan kedua” untuk membuktikan jati diri Liverpool.
Liverpool datang ke laga leg pertama yang dijadwalkan Kamis (9/4/2026) pukul 02.00 WIB dengan bekal kurang meyakinkan setelah takluk telak 0-4 dari Manchester City di perempat final Piala FA. Di sisi lain, PSG tengah dalam tren positif usai meraih kemenangan 3-1 atas Toulouse FC di kompetisi domestik.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Slot menekankan bahwa laga ini adalah peluang untuk menunjukkan karakter sesungguhnya Liverpool. Ia menilai kualitas dan gaya bermain PSG memiliki kemiripan dengan Manchester City, sehingga pertandingan ini bisa menjadi tolok ukur kebangkitan timnya.
Menurutnya, Liverpool bukanlah tim yang tampil buruk seperti dalam 20 menit krusial di Etihad, melainkan tim yang sempat menunjukkan soliditas pada 35 menit awal laga tersebut.
“Ini kesempatan untuk membuktikan siapa kami sebenarnya,” ungkap Slot.
Pertemuan ini juga menjadi babak lanjutan rivalitas kedua tim setelah musim lalu saling berhadapan di babak 16 besar Liga Champions. Saat itu, PSG sempat tertinggal 0-1 di leg pertama, namun mampu membalikkan keadaan di Anfield sebelum akhirnya menang melalui adu penalti.
Slot melihat ada perbedaan mencolok antara pertemuan musim lalu dan sekarang, terutama dari segi komposisi tim. Ia menilai PSG relatif mempertahankan kekuatan utamanya, sementara Liverpool mengalami cukup banyak perubahan dalam skuad.
Meski mengakui inkonsistensi sebagai masalah utama musim ini, Slot tetap optimistis. Ia merujuk pada sejarah panjang Liverpool yang kerap mampu bangkit di momen sulit. Namun, ia juga mengingatkan bahwa konsistensi untuk terus bangkit adalah tantangan tersendiri.
Sebagai contoh, Slot menyinggung performa timnya saat menghadapi Galatasaray, di mana Liverpool tampil buruk saat tandang, tetapi mampu bangkit dan bermain sangat baik di kandang. Baginya, pola tersebut menunjukkan bahwa solusi sudah ada. Tinggal bagaimana para pemain mampu menerapkannya secara konsisten.

