Jakarta (tutur.co.id) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek jurusan Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang di Bekasi Timur.
Lewat akun instagramnya, KDM juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung semua biaya rumah sakit para korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi tersebut.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan juga santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta,” kata KDM lewat akun Instagramnya, Selasa 28 April 2026.
Dalam kesempatan itu, KDM juga menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan mengerikan yang menurut data terakhir menyebabkan 7 orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka.
“KRL tersebut berhenti disebabkan karena adanya taksi listrik yang mogok di lintasan rel kereta api, sehingga menimbulkan korban meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit, dan masih ada 4 orang yang belum bisa dievakuasi dalam keadaan terjepit,” kata KDM.
Dedi Mulyadi juga sangat berharap insiden serupa tidak akan terjadi lagi.

