Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Jalastoria Nilai Penyiraman Air Keras Ciptakan Rasa Takut di Ruang Publik

Jalastoria Nilai Penyiraman Air Keras Ciptakan Rasa Takut di Ruang Publik

Hukum Deba Salamah15 Maret 2026 / 08:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Direktur Perkumpulan Jalastoria Indonesia Ninik Rahayu (Dok Jalastoria)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Perkumpulan Jalastoria Indonesia mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang perlindungan kelompok rentan itu menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan brutal yang mengancam keselamatan aktivis sekaligus mempersempit ruang aman bagi masyarakat sipil.

Direktur Jalastoria, Ninik Rahayu, mengatakan serangan tersebut tidak hanya menimbulkan luka fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menciptakan rasa takut di ruang publik.

“Tindakan keji ini merupakan bentuk kekerasan brutal yang tidak hanya melukai korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga memicu berkurangnya ruang aman, terutama bagi perempuan dan anak,” kata Ninik dalam pernyataan organisasi di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Serangan semacam itu berpotensi melemahkan gerakan masyarakat sipil yang selama ini melakukan advokasi bagi korban kekerasan serta kelompok rentan. Ninik juga menilai penyiraman air keras merupakan tindakan yang kejam dan tidak manusiawi.

“Siapapun pelakunya mempertontonkan rendahnya keberadaban terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.

Jalastoria memandang insiden tersebut sebagai alarm serius bagi kondisi demokrasi dan keamanan para pembela HAM di Indonesia. Organisasi itu menilai serangan terhadap Andrie Yunus juga merupakan ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi.

Menurut Ninik, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap warga negara, termasuk para pembela HAM yang menjalankan kerja advokasi demi kepentingan publik. Karena itu, penanganan kasus ini dinilai menjadi tolok ukur komitmen negara dalam menjaga ruang demokrasi.

Jalastoria pun mendesak Polri segera mengusut tuntas kasus tersebut secara cepat, profesional, dan transparan. Selain mengungkap pelaku lapangan, organisasi itu juga meminta aparat mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut. Jalastoria juga mendorong negara membangun mekanisme perlindungan yang lebih kuat bagi para pembela HAM agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga  Bukan Ambil Alih Kejagung, KPK Akan Lanjut Usut Dugaan Korupsi MBG
Air Keras Aktivis headline Jalastoria Kontra
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePolri Catat Sebanyak 459.570 Kendaraan Pemudik Keluar Jakarta
Next Article Jadwal F1 GP China 2026: Duel Mercedes vs Ferrari Menghangat di Shanghai

Berita Lainnya

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Geger Usulan Menteri PPPA Gerbong Wanita di Tengah Rangkaian, Ini Respon Menhub

Toto Pribadi29 April 2026 / 16:09 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.