Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Opini»Istana Élysée: Diplomasi di Meja Makan

Istana Élysée: Diplomasi di Meja Makan

Opini Galuh Parantri24 Januari 2026 / 15:43 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi jamuan makan malam kerajaan. (Foto: Tutur/AI)
Ilustrasi jamuan makan malam kerajaan. (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadiri jamuan kenegaraan di Istana Élysé, Paris, dalam rangka kunjungan resmi ke Prancis. Jamuan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di tengah dinamika geopolitik global dan kerja sama strategis kedua negara.

Istana Élysée terletak di jantung Paris, di Rue du Faubourg Saint-Honoré. Berdiri sebagai sebuah bangunan klasik yang lebih sering bekerja dalam senyap ketimbang sorak sorai. Istana ini adalah kediaman resmi Presiden Prancis sekaligus pusat kekuasaan eksekutif negara tersebut. Istana ini telah menjadi simbol republik Prancis sejak pertengahan abad ke-19.

Sejarah Istana

Istana Élysée dibangun pada awal abad ke-18, sekitar tahun 1718. Pada mulanya, bangunan ini merupakan hotel particulier—kediaman bangsawan—milik Louis Henri de La Tour d’Auvergne.

Pasca Revolusi Prancis dan pergantian rezim, Élysée perlahan bertransformasi menjadi rumah aristokrat, simbol negara. Sejak 1848, istana ini resmi menjadi hunian Presiden Prancis.

Istana Élysée merepresentasikan republik dengan karakter lebih tertutup, lebih fungsional, dan penuh makna politik kontemporer.

Jamuan Kenegaraan

Jamuan makan Presiden Prabowo di Istana Élysée memiliki makna diplomatik yang kuat. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara tamu, jamuan tersebut juga memperkuat dialog politik dan kerja sama bilateral.

Dalam tradisi Prancis, jamuan kenegaraan dirancang secara simbolik. Mulai dari layout tempat duduk, daftar undangan, hingga susunan acara akan mencerminkan tingkat hubungan diplomatik antarnegara. Oleh karena itu, undangan resmi ke Élysée dipandang sebagai penegasan posisi strategis mitra di mata Prancis.

Kehadiran Presiden Prabowo di Istana Élysée jelas untuk menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, ekonomi, energi, dan pendidikan. Prancis merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Eropa.

Baca Juga  BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus Saat Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

Di balik kilau lampu kristal dan tatanan meja yang rapi, diplomasi bekerja dengan cara paling manusiawi yakni berbincang, mendengar, dan membangun rasa saling percaya. Sebuah jamuan makan malam bisa menjadi penanda babak baru hubungan antarnegara.

diplomasi diplomasi Indonesia Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDaftar 57 Taman Nasional Indonesia
Next Article Video: Bos OJK Tak Setuju WNI di Kamboja Dianggap Korban: Mereka Scammer, Kriminal!

Berita Lainnya

OPINI: Bank NTT dan Kerja Senyap Melki–Johni untuk Akselerasi Pembangunan

17 Juli 2026 / 06:37 WIB

Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG

16 Juli 2026 / 22:51 WIB

Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG

16 Juli 2026 / 22:48 WIB

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

15 Juli 2026 / 20:11 WIB

Tulisan Tangan Duka Cita Presiden Prabowo atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa

15 Juli 2026 / 16:44 WIB

Bocor! Daftar Usulan Nama Pejabat Baru Kejagung yang Dikirim ke Presiden

15 Juli 2026 / 15:10 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pertamina dan DOE AS Bahas Penguatan Pasokan Energi

Galuh Parantri08 Mei 2026 / 22:15 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.