Atlanta (Tutur.co.id) – Legenda Manchester United, Gary Pallister, melontarkan keyakinan tinggi jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina. Menurut mantan bek Timnas Inggris itu, The Three Lions tidak memiliki alasan untuk takut kepada Argentina. Bahkan, ia menilai justru juara bertahan itulah yang seharusnya lebih mengkhawatirkan kekuatan Inggris.
Meski sama-sama berhasil mencapai semifinal, perjalanan kedua tim di fase gugur dinilai belum sepenuhnya meyakinkan. Inggris hanya mampu menang dengan selisih satu gol atas Republik Demokratik Kongo, Meksiko, dan Norwegia. Sementara itu, Argentina harus bekerja keras melewati Tanjung Verde, Mesir, hingga Swiss, dengan dua di antaranya diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu.
Pallister: Argentina Justru Lebih Takut kepada Inggris
Pallister mengakui Argentina tetap merupakan tim yang sangat berbahaya. Namun, ia menilai performa Lionel Scaloni dan anak asuhnya belum menunjukkan dominasi seperti saat menjadi juara dunia pada edisi sebelumnya.
“Saya memang tidak pernah mengira Argentina akan kalah, tetapi Swiss bermain sangat baik sebelum mereka kehilangan satu pemain. Saya tidak melihat ini sebagai tim Argentina yang harus ditakuti Inggris. Justru mereka yang akan lebih takut kepada kami daripada kami kepada mereka,” kata Pallister kepada Sports Mole.
Menurutnya, Inggris memiliki kualitas yang lebih merata di hampir semua lini sehingga layak difavoritkan lolos ke final.
Messi Tetap Berbahaya, tetapi Tidak Lagi Seperti Dulu
Pallister tetap memberikan respek tinggi kepada Lionel Messi, yang hingga kini memimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026 bersama Kylian Mbappe dengan delapan gol.
Meski demikian, ia menilai Messi yang kini berusia 39 tahun sudah tidak berada di level yang sama seperti satu dekade lalu ketika mendominasi sepak bola bersama Barcelona.
“Saya mencintai Lionel Messi dan bagi saya dia adalah pesepak bola terbaik yang pernah saya lihat. Tetapi saya tidak berpikir dia masih menjadi pemain yang sama seperti 10 tahun lalu ketika memenangkan banyak gelar Liga Spanyol dan Liga Champions bersama Barcelona,” ujarnya.
Pallister menegaskan Inggris tetap harus memberi perhatian khusus kepada Messi karena sang kapten masih menjadi pusat permainan sekaligus pemimpin Argentina.
“Inggris tetap harus mengawasinya karena dia adalah pemimpin sekaligus pemain yang selalu menjadi tumpuan Argentina. Namun jika melihat kualitas skuad di atas kertas, saya rasa Inggris lebih kuat di hampir semua posisi,” tambahnya.
Inggris Dinilai Siap Melangkah ke Final
Mantan bek Manchester United itu juga menyoroti kondisi cuaca panas di Amerika Serikat yang sempat diprediksi akan lebih menguntungkan negara-negara Amerika Selatan. Namun, menurut Pallister, Inggris mampu membuktikan diri sanggup beradaptasi dengan kondisi tersebut.
“Panas di Amerika Serikat memang saya pikir akan menjadi faktor penentu. Awalnya saya mengira itu akan menyulitkan Inggris dan lebih menguntungkan tim-tim dari belahan bumi selatan. Namun mereka mampu mengatasinya dengan baik dan tetap meraih hasil positif dalam kondisi yang sulit,” katanya.
Meski masih menempatkan Prancis dan Spanyol sebagai favorit utama juara, Pallister yakin Inggris memiliki peluang besar mengangkat trofi apabila berhasil melewati Argentina.
“Saya masih menilai Inggris berada di belakang Prancis dan Spanyol dalam daftar favorit. Tetapi salah satu dari mereka pasti tersingkir di semifinal. Jika Inggris bisa mencapai final, apa pun bisa terjadi. Dengan pemain-pemain besar seperti Jude Bellingham dan Harry Kane, saya benar-benar yakin Inggris bisa menyingkirkan Argentina dan bahkan melaju hingga menjadi juara,” tegasnya.
Argentina Unggul dalam Produktivitas Gol
Meski Pallister menilai Inggris lebih kuat secara keseluruhan, statistik menunjukkan Argentina masih unggul dalam hal produktivitas kolektif.
Hingga semifinal, delapan pemain berbeda telah mencetak gol untuk Albiceleste di Piala Dunia 2026. Lionel Messi memimpin dengan delapan gol, disusul Lautaro Martinez (dua gol), serta Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Cristian Romero, Giovani Lo Celso, dan Lisandro Martinez yang masing-masing menyumbang satu gol.
Sebaliknya, Inggris masih sangat bergantung pada dua bintangnya. Dari total gol yang dicetak sepanjang turnamen, hanya Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford yang berhasil mencatatkan nama di papan skor.
Ketergantungan terhadap Kane dan Bellingham bisa menjadi titik lemah bagi The Three Lions apabila Argentina mampu mematikan pergerakan kedua pemain tersebut. Sebaliknya, variasi sumber gol yang dimiliki Albiceleste menjadi modal penting dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia dan melangkah ke final Piala Dunia 2026.

