Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 14 Juli 2026
  • Alexander Sorloth Ungkap Alasan Tak Mengoper ke Erling Haaland
  • Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Peserta Picu Gelombang Penolakan
  • Pendamping Messi Lawan Inggris: Lautaro Martinez atau Julian Alvarez?
  • Lamine Yamal Nyalakan Api Semifinal Piala Dunia 2026
  • Buruan Serbu! GIIAS 2026 Buka Presale Tiket Diskon 25 Persen
  • Andrey Santos Jadi Pembelian Perdana Manchester United
  • Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Peserta Picu Gelombang Penolakan

Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Peserta Picu Gelombang Penolakan

Sepakbola Deba Salamah14 Juli 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Figure Trophy Piala Dunia 2026 yang akan diberikan kepada pemenang.(Foto:Tutur/fifa.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New York (Tutur.co.id) – Wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara memicu perdebatan di dunia sepak bola. Setelah sukses menggelar Piala Dunia 2026 dengan format baru berisi 48 peserta, FIFA kini menghadapi usulan yang jauh lebih ambisius.

Di satu sisi, perluasan peserta dinilai dapat membuka kesempatan lebih besar bagi negara-negara berkembang. Namun di sisi lain, sejumlah konfederasi sepak bola terbesar di dunia menilai format tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.

Usulan penambahan peserta menjadi 64 tim pertama kali diajukan secara resmi oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) pada April 2025. Hingga kini, FIFA belum mengambil keputusan terkait proposal tersebut dan masih berada pada tahap pembahasan.

Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi yang sangat istimewa karena menandai 100 tahun penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Turnamen akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama, sementara Argentina, Uruguay, dan Paraguay dipercaya menggelar tiga pertandingan pembuka sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya Piala Dunia pada 1930.

Tiga Konfederasi Besar Menolak Format 64 Tim

Meski FIFA membuka ruang diskusi terhadap usulan tersebut, gagasan memperluas jumlah peserta menjadi 64 negara justru mendapat penolakan dari sejumlah tokoh penting sepak bola dunia.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan penolakannya. Menurutnya, format 64 peserta bukanlah solusi yang tepat karena dapat mengurangi kualitas kompetisi sekaligus menyulitkan proses kualifikasi yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Penolakan serupa disampaikan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Ia menilai penambahan peserta secara berlebihan berisiko menciptakan persoalan baru dalam penyelenggaraan turnamen, mulai dari jadwal pertandingan hingga kualitas kompetisi.

Baca Juga  8 Fakta di Balik Kehebatan Cape Verde Tahan Imbang Spanyol

Sementara itu, Presiden Concacaf, Victor Montagliani, juga menyampaikan pandangan yang sejalan. Menurutnya, format 64 tim berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sepak bola internasional serta memperberat kalender kompetisi yang sudah sangat padat.

Gelombang penolakan dari tiga konfederasi besar tersebut menunjukkan bahwa usulan penambahan peserta Piala Dunia 2030 masih belum memperoleh dukungan luas di tingkat internasional. Karena itu, peluang proposal tersebut untuk segera disetujui dinilai masih cukup kecil.

FIFA Masih Mengkaji Seluruh Masukan

Di tengah perdebatan yang terus berkembang, FIFA memilih belum mengambil sikap resmi. Badan sepak bola dunia itu menegaskan akan mengkaji seluruh usulan bersama berbagai pemangku kepentingan sebelum menentukan keputusan akhir.

FIFA juga menegaskan bahwa sebagai organisasi global, mereka memiliki kewajiban untuk mempertimbangkan setiap proposal yang diajukan oleh anggota dewan. Setelah seluruh proses evaluasi selesai dilakukan, keputusan akhir akan ditetapkan melalui Dewan FIFA.

Hingga saat ini belum ada indikasi kapan keputusan tersebut akan diumumkan. Dengan masih kuatnya perbedaan pandangan antara pihak yang mendukung dan menolak, masa depan format Piala Dunia 2030 diperkirakan akan menjadi salah satu isu paling penting yang akan dibahas FIFA dalam beberapa tahun mendatang.

AFC CONMEBOL FIFA Piala Dunia 2026 Piala Dunia 2030 UEFA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePendamping Messi Lawan Inggris: Lautaro Martinez atau Julian Alvarez?
Next Article Alexander Sorloth Ungkap Alasan Tak Mengoper ke Erling Haaland

Berita Lainnya

Alexander Sorloth Ungkap Alasan Tak Mengoper ke Erling Haaland

14 Juli 2026 / 07:30 WIB

Pendamping Messi Lawan Inggris: Lautaro Martinez atau Julian Alvarez?

14 Juli 2026 / 06:00 WIB

Lamine Yamal Nyalakan Api Semifinal Piala Dunia 2026

14 Juli 2026 / 05:00 WIB

Andrey Santos Jadi Pembelian Perdana Manchester United

13 Juli 2026 / 23:50 WIB

Argentina vs Inggris: Pertarungan Dua Raksasa Berkaki Lempung

13 Juli 2026 / 18:30 WIB

Scaloni: Argentina vs Inggris Hanya Soal Sepak Bola, Bukan Konflik Masa Lalu

13 Juli 2026 / 15:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

Galuh Parantri01 Mei 2026 / 20:30 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 14 Juli 2026

14 Juli 2026 / 07:58 WIB

Alexander Sorloth Ungkap Alasan Tak Mengoper ke Erling Haaland

14 Juli 2026 / 07:30 WIB

Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Peserta Picu Gelombang Penolakan

14 Juli 2026 / 07:00 WIB

Pendamping Messi Lawan Inggris: Lautaro Martinez atau Julian Alvarez?

14 Juli 2026 / 06:00 WIB

Lamine Yamal Nyalakan Api Semifinal Piala Dunia 2026

14 Juli 2026 / 05:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.