Madrid (Tutur.co.id) -Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez menyadari bahwa memburu kemenangan tiap akhir pekan di MotoGP 2026 bakal sulit. Hal ini disebabkan Aprilia yang tampil sangat kompetitif.
Setelah juara dunia MotoGP 2025, Marquez absen lima seri akibat cedera bahu. Ia diharapkan bisa kembali ke performa dominannya di Seri Thailand 2026, pekan lalu. Tapi, Marquez justru gagal membawa pulang kemenangan.
Marquez dijatuhi hukuman mundur di balapan Sprint sehingga Pedro Acosta (KTM) menang. Selain itu, ia juga gagal finis akibat kendala ban dalam balapan Grand Prix yang dimenangkan Marco Bezzecchi (Aprilia).
Catatan lainnya, Ducati juga gagal naik podium dalam balapan Grand Prix Thailand di Sirkuit Buriram kala itu. Hasil minor tersebut menghentikan rekor Ducati yang selalu menempatkan setidaknya satu pembalap mereka di podium dalam 88 seri terakhir.
“Marc tentu sadar akan lebih sulit menjuarai tahun ini. Namun, dia sangat percaya pada Gigi (Dall’Igna, CEO Ducati Corse) dan para insinyurnya. Jelas, dia marah karena gagal podium,” ujar Manajer Ducati Lenovo Team Davide Tardozzi via TNT Sports.
Tardozzi tak lupa mengucapkan selamat kepada Aprilia atas performa apik meskipun Bezzecchi jatuh di Sprint. Sebab, Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura menunjukkan tajinya dalam kedua balapan yang digelar. Keempat rider ini bahkan masuk lima besar di balapan Grand Prix.
“Sepertinya Aprilia sudah berkembang dan mereka sangat cepat dengan empat pembalap mereka. Selamat. Pada akhirnya, ada yang aneh, karena kami menemukan motor yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya ketika kami berada di sini untuk tes. Itu sesuatu yang masih belum kami mengerti,” tutupnya.

