Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026), melanjutkan reli kuat yang telah mengangkat indeks lebih dari 7% sepanjang pekan lalu. Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu penguatan bursa saham global dan Asia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 111,07 poin atau 1,85% ke level 6.118,72 dari penutupan sebelumnya di 6.007,66. Beberapa menit setelah pembukaan, indeks bahkan melesat 3,01% ke posisi 6.191,21.
Sebanyak 397 saham tercatat menguat, 53 saham melemah, dan 220 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp350 miliar dengan volume perdagangan 478,64 juta saham yang diperdagangkan sebanyak 39.441 kali transaksi.
Saham-saham perbankan kapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi motor penggerak utama indeks. Selain itu, saham TPIA dan BUMI juga masuk dalam jajaran emiten dengan aktivitas transaksi tertinggi pada awal perdagangan.
Reli pasar domestik sejalan dengan penguatan bursa Asia yang merespons positif tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi normalisasi pasokan energi global setelah gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur distribusi sekitar 20% minyak dunia.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,1%, menjadi yang tertinggi di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 3,6%, sementara Topix naik 2,6%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bertambah 1,3%.
Sentimen damai juga menekan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak mentah AS untuk pengiriman Juli turun 4,77% menjadi US$80,83 per barel. Sementara minyak Brent untuk pengiriman Agustus merosot sekitar 4% ke level US$83,77 per barel.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah penandatanganan perjanjian damai resmi yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pekan ini. Penurunan harga minyak dipandang sebagai kabar positif bagi Indonesia karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap subsidi energi, defisit fiskal, serta inflasi domestik.
Meski sentimen geopolitik mereda, investor masih mencermati sejumlah agenda ekonomi penting dalam sepekan ke depan. Fokus utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah, pasar obligasi, dan arus modal asing.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu data konsumsi AS serta berbagai indikator ekonomi China yang selama ini menjadi barometer permintaan komoditas global, termasuk batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO).
BRI Danareksa Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah berhasil menembus kembali level psikologis 6.000.
“Selama mampu bertahan di atas area support 5.850–5.900, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance pada kisaran 6.200–6.290,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, arah pasar pekan ini akan dipengaruhi oleh keputusan suku bunga The Fed dan BI, perkembangan geopolitik global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta keberlanjutan momentum rebound pasar saham domestik.
Sentimen positif juga datang dari Wall Street. Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones menguat 0,70%, S&P 500 naik 0,50%, dan Nasdaq bertambah 0,31%, didorong oleh meredanya konflik Timur Tengah serta tingginya antusiasme investor terhadap penawaran saham perdana (IPO) SpaceX.
Di tengah penguatan pasar, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi melanjutkan kenaikan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp865–Rp970 per saham. Sementara PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memiliki target harga Rp498–Rp550 per saham. Selain itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar pilihan dengan target harga Rp350–Rp380 per saham. Sebaliknya, investor disarankan mencermati potensi tekanan pada saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) yang direkomendasikan untuk aksi jual.
Sebelumnya, IHSG mencatatkan reli mingguan sebesar 7,38% atau naik 412,89 poin hingga ditutup pada level 6.007. Penguatan tersebut ditopang oleh lonjakan saham-saham kapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, TPIA, BRPT, DSSA, BREN, SMMA, dan MORA.
Secara sektoral, saham sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 9,67%, disusul sektor energi 9,21%, transportasi 9,12%, industri 7,60%, dan material dasar 6,41%.
Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp5,98 triliun sepanjang pekan lalu. Namun nilai tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp7,38 triliun, sehingga mengindikasikan tekanan jual asing mulai mereda seiring membaiknya sentimen pasar.

