Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan IHSG diprediksi berbalik menguat pada perdagangan Senin (27/4/2026), setelah pada akhir pekan lalu ditutup melemah tajam 3,38% atau turun 249,1 poin ke level 7.129,4.
Sentimen positif datang dari pasar global. Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas menguat, seiring pelaku pasar mulai mengabaikan ketegangan diplomatik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun harga minyak masih bertahan tinggi akibat konflik Timur Tengah.
Dari Wall Street, dua indeks utama mencatatkan kinerja impresif. S&P 500 dan Nasdaq Composite bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high), sementara sentimen ini dinilai mampu mendorong rebound pasar domestik dalam jangka pendek.
Melihat kondisi tersebut, analis menilai peluang penguatan IHSG cukup terbuka. “Dengan dukungan sentimen global, IHSG berpotensi mengalami technical rebound dalam jangka pendek,” tulis riset sekuritas.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk trading, di antaranya ANTM dengan target Rp4.150, JPFA target Rp2.690, serta BBNI target Rp3.850, dengan strategi buy dan disiplin pada level stop loss.
Sementara itu, BNI Sekuritas menyarankan speculative buy pada beberapa saham seperti CUAN, DEWA, HRTA, WIFI, TPIA, serta BULL, dengan rentang target harga jangka pendek.
Adapun MNC Sekuritas melihat peluang buy on weakness pada saham ADMR, BULL, DAAZ, serta HRTA, seiring potensi pembalikan arah dalam pola teknikal jangka pendek.
Meski peluang rebound terbuka, investor tetap disarankan mencermati volatilitas pasar yang masih tinggi akibat dinamika geopolitik dan pergerakan harga komoditas global. Pendekatan selektif dan disiplin manajemen risiko dinilai tetap menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

