Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Vinicius Jr dan Cunha Mengantar Brasil Lolos 32 Besar Sebagai Juara Grup
  • Jadwal MotoGP Assen 2026: Ketika Marc Marquez Mengejar Momentum dan Bezzecchi Menjaga Takhta
  • Total 3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar Militer
  • OJK: Status Emerging Market dari MSCI Bukti Kepercayaan Global terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia
  • Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang
  • IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?
  • Analis: Sentimen Hawkish The Fed hingga Arus Keluar Asing Masih Membayangi IHSG
  • Setelah Ambrol 3,5%, IHSG Dibayangi Uji Support 5.750 di Tengah Ketidakpastian MSCI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?

IHSG Anjlok 3,56%, Akankah Technical Rebound atau Lanjut Uji Support 5.750?

Market Gusti Tetiro25 Juni 2026 / 08:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para investor pasar modal sedang berdiskusi tentang pilihan saham hari ini (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Indeks kehilangan 3,56% atau 217 poin ke level 5.883,88 setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi perdagangan.

Koreksi tersebut sekaligus menyeret IHSG kembali ke bawah level psikologis 6.000 dan memperpanjang tekanan yang membayangi pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan pasar masih dipengaruhi oleh respons investor terhadap hasil MSCI Annual Market Classification Review yang diumumkan pekan ini.

Menurut Herditya, meskipun MSCI tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, terdapat sejumlah catatan yang masih menjadi perhatian investor global.

“MSCI memang masih menetapkan Indonesia sebagai Emerging Market, namun terdapat sejumlah catatan seperti transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta indikasi coordinated trading,” ujarnya.

Selain faktor MSCI, tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan Rabu, rupiah berada di kisaran Rp17.997 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Herditya menjelaskan pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap sikap Federal Reserve yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Pandangan serupa disampaikan Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang. Menurutnya, minimnya katalis positif domestik membuat pasar lebih fokus pada berbagai catatan yang disampaikan MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Alrich menilai ketidakpastian masih akan berlanjut karena MSCI berencana terus memantau implementasi reformasi pasar modal Indonesia hingga November 2026.

“MSCI masih akan memonitor efektivitas reformasi pasar modal Indonesia. Jika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, terdapat peluang penurunan status menjadi Frontier Market,” ujarnya.

Baca Juga  Pasar Bergejolak, IHSG Diprediksi Uji Level 6.900-7.100

Dari sisi teknikal, Alrich menilai kondisi IHSG masih cukup rentan setelah menembus level psikologis 6.000. Indikator MACD menunjukkan pelemahan momentum, sementara stochastic RSI membentuk death cross di area overbought yang mengindikasikan potensi tekanan lanjutan.

Dengan kondisi tersebut, IHSG dinilai masih berpeluang menguji area support berikutnya di kisaran 5.750.

Meski demikian, Herditya melihat peluang terjadinya technical rebound pada perdagangan Kamis (25/6/2026), meskipun ruang penguatannya diperkirakan masih terbatas.

Menurut dia, level support IHSG berada di area 5.850, sedangkan resistance terdekat berada pada kisaran 5.930.

Di tengah tingginya volatilitas pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati pelaku pasar, yakni BREN dengan rentang target Rp4.100-Rp4.920, INCO di kisaran Rp5.500-Rp5.925, serta MBMA pada level Rp565-Rp605.

Pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal, arah rupiah, serta respons investor terhadap agenda reformasi pasar modal yang menjadi sorotan MSCI. Dengan demikian, pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan tingkat volatilitas yang relatif tinggi.

headline IHSG MNC Sekuritas MSCI Phintraco Sekuritas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnalis: Sentimen Hawkish The Fed hingga Arus Keluar Asing Masih Membayangi IHSG
Next Article Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang

Berita Lainnya

OJK: Status Emerging Market dari MSCI Bukti Kepercayaan Global terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia

25 Juni 2026 / 08:59 WIB

Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang

25 Juni 2026 / 08:30 WIB

Analis: Sentimen Hawkish The Fed hingga Arus Keluar Asing Masih Membayangi IHSG

25 Juni 2026 / 07:00 WIB

Setelah Ambrol 3,5%, IHSG Dibayangi Uji Support 5.750 di Tengah Ketidakpastian MSCI

25 Juni 2026 / 06:00 WIB

DPR Soroti 100 SPPG Fiktif: Ada Dugaan Permainan Terstruktur di Internal BGN

25 Juni 2026 / 05:00 WIB

Desakan Taufik Hidayat Dihukum Kebiri, Berikut Daftar Negara yang Terapkan Aturan Itu

24 Juni 2026 / 22:27 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Alasan Elza Syarief Lepas Sony: Takut Kedok Terbuka, Saya Dianggap Berbahaya

Ahmad Nuryaman17 Juni 2026 / 13:42 WIB

Vinicius Jr dan Cunha Mengantar Brasil Lolos 32 Besar Sebagai Juara Grup

25 Juni 2026 / 10:11 WIB

Jadwal MotoGP Assen 2026: Ketika Marc Marquez Mengejar Momentum dan Bezzecchi Menjaga Takhta

25 Juni 2026 / 09:47 WIB

Total 3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar Militer

25 Juni 2026 / 09:09 WIB

OJK: Status Emerging Market dari MSCI Bukti Kepercayaan Global terhadap Reformasi Pasar Modal Indonesia

25 Juni 2026 / 08:59 WIB

Pantai Gading vs Curacao: Tak Selamanya Momen Indah Bisa Diulang

25 Juni 2026 / 08:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.