Jakarta (Tutur.co.id) – Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa tim pelatih harus bekerja ekstra dalam meramu taktik dan strategi menjelang laga perdana FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts & Nevis. Dengan waktu persiapan yang terbatas, Herdman menilai setiap detail harus disiapkan secara cepat dan tepat.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB. Herdman mengakui jeda waktu yang hanya dua hari menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Jeda dua hari itu sangat sempit, kami harus bekerja secara taktis dengan sangat cepat,” ujarnya kepada media usai memimpin latihan di Lapangan Madya, kompleks GBK, Jakarta, Selasa (23/3/2026).
Untuk menyiasati keterbatasan waktu, tim pelatih telah lebih dulu menjalin komunikasi intens dengan para pemain, terutama pemain senior, bahkan sebelum pemusatan latihan dimulai. Materi taktik juga sudah diberikan lebih awal agar para pemain dapat langsung beradaptasi saat bergabung dengan tim.
“Para pemain juga sudah menerima informasi mengenai sistem dan taktik, bahkan sebelum mereka masuk ke pemusatan latihan,” kata Herdman.
Menurutnya, para pemain menyadari tanggung jawab besar yang mereka emban saat mengenakan seragam tim nasional. Karena itu, mereka dituntut untuk cepat beradaptasi dan segera menunjukkan performa terbaik di lapangan.
Meski demikian, Herdman tidak menutup kemungkinan performa tim belum sepenuhnya maksimal pada laga perdana. Hal ini mengingat pertandingan tersebut menjadi debutnya dalam menangani skuad Garuda secara langsung.
Terkait calon lawan, Herdman menilai Saint Kitts & Nevis sebagai tim yang mengandalkan transisi cepat, kekuatan fisik, serta serangan balik. Ia pun mengacu pada pengalaman sebelumnya saat menghadapi tim tersebut.
“Saya pernah bermain melawan Saint Kitts & Nevis pada tahun 2019. Saat itu sulit, sangat sulit. Kanada menang tipis 1-0. Mereka tim yang serupa, dengan karakter pemain yang mirip, meski kini ditangani pelatih baru,” tuturnya.

