Jakarta (Tutur.co.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan layanan hapus tato gratis selama Ramadan. Kegiatan yang dilakukan secara berkeliling (roadshow) ini dijadwalkan berlangsung mulai akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Penyelenggara menyatakan program ini ditujukan memfasilitasi warga yang ingin menghapus tato namun terkendala biaya. Mengingat tingginya animo masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya, kuota peserta untuk setiap lokasi ditetapkan secara terbatas.
Masyarakat yang ingin hapus tato diwajibkan melakukan pendaftaran secara mandiri melalui kanal resmi Baznas (BAZIS) DKI Jakarta. Pendaftaran dilakukan secara online untuk memastikan pendataan peserta sesuai dengan kapasitas kuota di masing-masing titik lokasi.
Peserta bisa daftar lewat laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato. Calon peserta diimbau segera melakukan registrasi mengingat sistem pendaftaran ditutup secara otomatis jika kuota di wilayah tersebut telah terpenuhi.
Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Muhammad Bahaudin mengatakan target peserta tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Selain mengisi data diri, calon peserta wajib untuk foto tato yang ingin dihapus.
Nantinya, mereka akan masuk dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato wilayah masing-masing dan harus melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan. Layanan terbuka untuk masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jabodetabek.
Penyelenggara mensyaratkan peserta tidak sedang dalam kondisi medis yang menghambat proses penghapusan tato. Misalnya, penyakit kulit kronis, diabetes yang tidak terkontrol, atau gangguan pembekuan darah. Kemudian, lanjut dia, bersedia mengikuti seluruh prosedur dan tahapan yang ditentukan oleh penyelenggara.
Peserta tidak diperkenankan mengikuti program jika memiliki tato permanen di area sensitif atau berisiko tinggi terhadap komplikasi medis.
Kegiatan hapus tato ini bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin memperbaiki diri. Selain layanan hapus tato, peserta mendapat pembinaan rohani, motivasi keagamaan, serta edukasi kesehatan sebagai bentuk pendekatan holistik, tidak hanya secara fisik, tapi juga spiritual dan sosial.

