Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Gejolak Global Picu Kebutuhan Hedging, JFX Perkuat Peran di Pasar Berjangka

Gejolak Global Picu Kebutuhan Hedging, JFX Perkuat Peran di Pasar Berjangka

Market Gusti Tetiro16 April 2026 / 10:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gambar ilustrasi tambang batu bara (Foto: AI/Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Ketidakpastian geopolitik global yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir mengguncang pasar komoditas dunia, mendorong volatilitas harga energi, logam mulia, hingga berbagai komoditas strategis. Kondisi ini mempertegas urgensi kehadiran instrumen lindung nilai (hedging) yang transparan dan terstandarisasi bagi pelaku usaha maupun investor.

Di tengah dinamika tersebut, PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) menegaskan perannya sebagai infrastruktur pasar yang mendukung pembentukan harga yang kredibel sekaligus memberikan perlindungan risiko di pasar domestik.

Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, menyatakan bahwa meningkatnya ketidakpastian global membuat kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin krusial.

“Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar,” ujar Yazid dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, JFX terus memperkuat ekosistem perdagangan yang lebih transparan, terawasi, serta memberikan perlindungan optimal bagi seluruh pelaku pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan tata kelola, peningkatan layanan, hingga pengembangan produk baru yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Dari sisi kinerja, JFX masih mendominasi pasar komoditas fisik, khususnya ekspor timah Indonesia dengan pangsa lebih dari 95% dan nilai transaksi mencapai US$1,7 miliar sepanjang 2025. Sementara pada perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) menjadi kontributor utama dengan porsi 38,7% dari total volume Exchange Traded Derivatives (ETD), setara 615.028 lot.

Di segmen over-the-counter (OTC), kontrak Loco Gold mendominasi dengan porsi 85,2% dari total volume transaksi. Tingginya minat terhadap emas mencerminkan preferensi pelaku pasar terhadap aset safe haven di tengah tekanan global yang belum mereda.

Baca Juga  Makin Impresif, Begini Prediksi Harga Emas Hari ini

Selain itu, JFX juga memperluas akses investor domestik terhadap instrumen global melalui skema Perdagangan Aset Luar Negeri (PALN), yang mencakup saham dan ETF Amerika Serikat. Produk ini menjadi alternatif diversifikasi portofolio, seiring tren transaksi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pengembangan inovasi juga dilakukan melalui perdagangan emas digital, yang mengombinasikan kemudahan akses berbasis teknologi dengan jaminan underlying emas fisik. Skema ini dirancang untuk menjawab kebutuhan investor ritel maupun institusi yang menginginkan keseimbangan antara likuiditas dan keamanan aset.

Tak hanya itu, JFX tengah menyiapkan kontrak mikro dan nano untuk berbagai komoditas seperti emas, perak, tembaga, hingga energi. Produk dengan ukuran lebih kecil ini diharapkan dapat memperluas partisipasi pasar dengan kebutuhan margin yang lebih terjangkau.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, JFX menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas pasar sekaligus menyediakan instrumen mitigasi risiko di tengah ketidakpastian global yang kian kompleks.

JFX lindung nilai pasar berjangka perdagangan komoditas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSidang Tuntutan Tiga Terdakwa Korupsi Chromebook Digelar Hari Ini
Next Article OJK Rilis Roadmap Derivatif dan Pasar Modal 2026–2030, Dorong Pendalaman dan Investasi Berkelanjutan

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prediksi Awal Puasa 2026: Dari Asia hingga Amerika

Galuh Parantri17 Februari 2026 / 10:45 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.