Jakarta (tutur.co.id) – Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.
Isu ini menjadi perhatian global karena Timnas Iran telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan memainkan laga fase grup di Amerika Serikat, salah satu dari tiga tuan rumah turnamen.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (28/2/2026) mengumumkan dimulainya serangan rudal ke Iran dan menyebutnya sebagai operasi tempur besar. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran akan stabilitas kawasan serta dampaknya terhadap agenda olahraga internasional, termasuk Piala Dunia 2026.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyampaikan bahwa pihaknya belum akan memberikan komentar terperinci terkait situasi tersebut. Namun, FIFA memastikan terus melakukan pemantauan.
Grafstrom menegaskan bahwa pembahasan internal telah dilakukan, tetapi menurutnya masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak langsung terhadap turnamen. Ia menambahkan, komunikasi dengan pemerintah tuan rumah akan tetap berjalan sebagaimana prosedur standar dalam setiap situasi global.
Iran lolos ke putaran final melalui jalur Kualifikasi Asia dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, serta Mesir. Undian fase grup sebelumnya telah digelar di Washington dengan partisipasi seluruh tim peserta.
Dalam jadwal yang telah ditetapkan, Los Angeles direncanakan menjadi tuan rumah dua pertandingan Iran. Sementara Seattle dijadwalkan menggelar laga Iran kontra Mesir pada 26 Juni 2026.
Dengan kondisi geopolitik yang berkembang cepat, perhatian kini tertuju pada kesiapan penyelenggara dalam menjamin keamanan seluruh peserta. FIFA menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan turnamen berlangsung aman dan seluruh tim dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan skala turnamen yang lebih besar dan format baru 48 tim, stabilitas keamanan menjadi faktor krusial.
FIFA menegaskan akan terus berkoordinasi dengan tiga pemerintah tuan rumah guna memastikan kelancaran ajang empat tahunan tersebut. Hingga saat ini, belum ada perubahan jadwal maupun pernyataan resmi terkait potensi relokasi pertandingan Iran.
Perkembangan situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan terus menjadi variabel penting menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. (sas)

