Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Fashion»Fenomena Quiet Ambition, Tak Lagi Mengejar Sibuk Demi Terlihat Sukses

Fenomena Quiet Ambition, Tak Lagi Mengejar Sibuk Demi Terlihat Sukses

Fashion Muthia Hanifah13 Mei 2026 / 13:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pekerja muda yang memilih bekerja dengan tenang dan seimbang di tengah budaya hustle culture. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Di tengah budaya kerja yang selama ini identik dengan lembur dan kesibukan tanpa henti, muncul tren baru bernama quiet ambition yang mulai diminati banyak pekerja muda. Jika dulu kesuksesan sering diukur dari jabatan tinggi dan jadwal yang padat, kini semakin banyak orang memilih hidup lebih tenang tanpa kehilangan arah hidupnya.

Fenomena quiet ambition berbeda dengan quiet quitting yang identik dengan menurunnya keterlibatan seseorang dalam pekerjaan. Tren ini justru menekankan bagaimana seseorang tetap bekerja secara maksimal, tetapi tidak lagi menjadikan pekerjaan sebagai pusat seluruh hidupnya.

Dalam laporan TV5 News, reporter Christine Winter menjelaskan bahwa quiet ambition merupakan cara seseorang mencapai impian dengan caranya sendiri. Seseorang tetap memiliki target dan motivasi, tetapi tidak merasa perlu menunjukkan semua pencapaiannya demi mendapatkan validasi dari orang lain.

Tren quiet ambition juga mulai muncul karena banyak pekerja merasa lelah dengan budaya hustle culture yang menuntut produktivitas terus-menerus. Tidak sedikit orang mengalami burnout kerja dan kelelahan emosional akibat terus mengejar standar sukses yang dibentuk lingkungan maupun media sosial.

Forbes Coaches Council menilai quiet ambition bukan berarti seseorang kehilangan ambisi atau semangat kerja. Sebaliknya, banyak profesional kini mulai mengubah cara mereka memandang keberhasilan dengan lebih fokus pada tujuan yang bermakna, realistis, dan sesuai dengan nilai hidup pribadi.

Para ahli juga menyebut pendekatan ini dapat membantu seseorang menjaga energi dan produktivitas dalam jangka panjang. Ketika seseorang bekerja dengan tujuan yang jelas tanpa tekanan untuk terus membuktikan diri, hasil kerja justru bisa menjadi lebih fokus, stabil, dan berkelanjutan.

Selain itu, tren quiet ambition membuat banyak orang mulai berani menetapkan batas yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kesuksesan tidak lagi selalu diukur dari lembur, jabatan, atau pencapaian yang dipamerkan, melainkan dari kemampuan menjaga kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup.

Baca Juga  Intip Daftar Kekayaan Para Pejabat BI, Thomas Djiwandono Masih Kalah Tajir dari Filianingsih Hendarta

Quiet ambition menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu harus terlihat keras dan ramai. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, mampu hidup dengan tenang, sehat, dan tetap memiliki arah hidup yang jelas mungkin justru menjadi bentuk kesuksesan terbesar bagi banyak orang saat ini.

fenomena quiet ambition gaya hidup Generasi Muda headline
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNadiem Pasrah Hanya Siapkan Mental Dengarkan Tuntutan Jaksa
Next Article Pasokan Selat Hormuz Mampet, Indonesia Datangkan Minyak Mentah Nigeria

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Digitalisasi Pendidikan Disorot, JPU: Kebijakan Kemendikbudristek Era Nadiem Bermasalah

Kristo Suryokusumo27 Januari 2026 / 13:00 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.