Jakarta (tutur.co.id) – Di tengah budaya kerja yang selama ini identik dengan lembur dan kesibukan tanpa henti, muncul tren baru bernama quiet ambition yang mulai diminati banyak pekerja muda. Jika dulu kesuksesan sering diukur dari jabatan tinggi dan jadwal yang padat, kini semakin banyak orang memilih hidup lebih tenang tanpa kehilangan arah hidupnya.
Fenomena quiet ambition berbeda dengan quiet quitting yang identik dengan menurunnya keterlibatan seseorang dalam pekerjaan. Tren ini justru menekankan bagaimana seseorang tetap bekerja secara maksimal, tetapi tidak lagi menjadikan pekerjaan sebagai pusat seluruh hidupnya.
Dalam laporan TV5 News, reporter Christine Winter menjelaskan bahwa quiet ambition merupakan cara seseorang mencapai impian dengan caranya sendiri. Seseorang tetap memiliki target dan motivasi, tetapi tidak merasa perlu menunjukkan semua pencapaiannya demi mendapatkan validasi dari orang lain.
Tren quiet ambition juga mulai muncul karena banyak pekerja merasa lelah dengan budaya hustle culture yang menuntut produktivitas terus-menerus. Tidak sedikit orang mengalami burnout kerja dan kelelahan emosional akibat terus mengejar standar sukses yang dibentuk lingkungan maupun media sosial.
Forbes Coaches Council menilai quiet ambition bukan berarti seseorang kehilangan ambisi atau semangat kerja. Sebaliknya, banyak profesional kini mulai mengubah cara mereka memandang keberhasilan dengan lebih fokus pada tujuan yang bermakna, realistis, dan sesuai dengan nilai hidup pribadi.
Para ahli juga menyebut pendekatan ini dapat membantu seseorang menjaga energi dan produktivitas dalam jangka panjang. Ketika seseorang bekerja dengan tujuan yang jelas tanpa tekanan untuk terus membuktikan diri, hasil kerja justru bisa menjadi lebih fokus, stabil, dan berkelanjutan.
Selain itu, tren quiet ambition membuat banyak orang mulai berani menetapkan batas yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kesuksesan tidak lagi selalu diukur dari lembur, jabatan, atau pencapaian yang dipamerkan, melainkan dari kemampuan menjaga kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup.
Quiet ambition menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu harus terlihat keras dan ramai. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, mampu hidup dengan tenang, sehat, dan tetap memiliki arah hidup yang jelas mungkin justru menjadi bentuk kesuksesan terbesar bagi banyak orang saat ini.

