Jakarta (tutur.co.id) – Pertumbuhan ekonomi nasional yang mencetak angka di level 5,61 persen pada triwulan I tahun 2026 menumbuhkan rasa optimis di kalangan pemerintah. Namun bagi beberapa ekonom, angka terserbut dianggap semu dan disebabkan beberapa faktor yang sifatnya hanya event.
Hal itu yang diungkapkan ekonom senior tanah air, Wijayanto Samirin saat kembali menjadi bintang tamu dalam podcast Bang Don Zuper Opini. Dalam podcast yang dipandu Don Bosco Selamun itu, Wijayanto Samirin membeberkan fakta-fakta di balik angka pertumbuhan ekonomi 5,61% itu.
“Kita lihat dari sisi obyektif ya. Angka 5,61% itu angka yang dihasilkan oleh beberapa faktor yang sifatnya event. Ada beberapa event yang mendongkrak cukup signifikan pertumbuhan kuartal I,” kata Wijayanto Samirin.
Yang pertama, menurut Wijayanto Samirin, angka tersebut bisa terjadi karena ada momentum lebaran mengingat tahun ini lebaran terjadi di pertengahan kuartal I. Jadi seluruh spending lebaran di capture sebagai angka GDP kuartal I.
“Lebaran saja dampak bagi pertumbuhan ekonomi itu 0,8 persen. Jadi jika tidak ada lebaran itu akan berkurang 0,8 persen,” kata Wijayanto.
Selain lebaran, faktor lain yang ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang sifatnya lebih event karena langkah goverment spending. Jadi belanja memang tinggi lewat program pemerintah seperti MBG, Bansos hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam kesempatan itu, Wijayanto juga membeberkan kondisi rupiah yang saat ini terus melemah hingga PHK makin merajalela. Hal ini yang membuatnya bahwa selebrasi terkait pertumbuhan ekonomi ini hanya dilakukan oleh pemerintah saja.
Nah buat Kawan Tutur, jangan lupa untuk menyimak analisa mendalam dari Wijayanto Samirin dalam podcast Bang Don Zuper Opini bersama Don Bosco Selamun di Tutur TV yang akan tayang hari ini Jumat 15 Mei 2026 pukul 15.00 WIB. Semua akan dikupas tuntas secara mendalam. Jangan lewatkan!

