Bekasi (tutur.co.id) – Insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur malam tadi menemukan fakta baru. KRL Commuter Line yang diseruduk KA Argo Bromo ternyata terlambat dari jadwal melintas dan usut punya usut ternyata sebelumnya juga terjadi insiden yang melibatkan taksi Green SM.
KRL itu tertahan usai ada kereta lain yang tertempel taksi Green SM di depannya dan memaksa harus berhenti untuk penanganan. Hal itu membuat jadwal keberangkatan KRL Commuter Line tersebut menjadi tertunda dan berujung tabrakan mengerikan tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar, taksi Green SM itu terlihat tengah berada di tengah rel kereta dan kemudian ditabrak KRL Commuter Line. Dari insiden di lintasan kereta Bulak Kapal itulah yang membuat waktu perjalanan kereta mengalami masalah.
Nah, dianggap sebagai biang kerok tabrakan mengerikan di Stasiun Bekasi Timur, pihak taksi Green SM memberikan pernyataan lewat akun Instagram resminya.
Intinya, terkait insiden tersebut, Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh dan akan memberikan keterangan kepada pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi.
Berikut pernyataan resmi pihak Green SM Indonesia
Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” demikian pernyataannya.
Diberitakan sebelumnya, akibat insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur itu ada 7 penumpang meninggal dunia. Tiga orang juga masih terperangkap di dalam kereta.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan saat ini korban luka-luka dilaporkan berjumlah 81 orang. Para korban tengah dalam perawatan di rumah sakit.

