Jakarta (Tutur.co.id) – Plt Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mencoba mengingatkan para ‘penikmat’ beasiswa LPDP bahwa dana dari program ini datang dari pajak rakyat. Karena itu ia berpesan kepada para penerima beasiswa menjaga etika, moral dan nilai kebangsaan.
“Sekali lagi saya ingatkan Anda semua bisa menempuh Pendidikan tinggi s2, S3 ataupun fellowship di semua kegiatan LPDP itu dari uang rakyat,” kata Sudarto dalam konferensi peprs di Kementerian Keuangan, Rabu (25/2/2026).
Pernyataan keras Sudarto ini disampaikan menyusul berita viral beberapa penerima beasiswa dan alumni LPDP yang dituding tidak punya kecintaan pada Indonesia. Salah satunya berawal dengan viralnya video Dwi Sasetyaningtyas yang semakin bergulir mengenai suaminya Arya Irwantoro yang juga tengah menikmati beasiswa LPDP.
“Ada jargon sekarang, Jangan lupa ya lu pakai duit pajak. Ingat itu, Lu pakai duit pajak. Bahwa LPDP ini dibentuk, terbentuk dan berjalan terus karena kepercayaan dari masyarakat,” tegas Sudarto.
Masih menurut Sudarto, para penerima beasiswa LPDP juga semestinya sadar diri bahwa dari 29 juta penduduk usia 18 sampai 23 tahun, hanya 6 sampai 7 juta yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Dan penerima LPDP sendiri hanya sekitar 6 sampai 7 ribu orang per tahun atau yang disebutnya sebagai top of the top.
Dalam kesempatan itu, Darto juga membeberkan pihaknya akan terus bertransformasi termasuk untuk membenahi mulai dari proses seleksi, pengawasan hingga kontribusi dari para penerima beasiswa.

