Jakarta (Tutur.co.id) – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membeberkan urutan atau kronologi pihaknya akhirnya melakukan impor besar-besaran kendaraan dari India, termasuk jenis pickup.
“Proses impor ini tidak datang tiba-tiba. Kami ditunjuk oleh Kementerian Koperasi sesuai dengan impres nomor 17 tahun 2025 untuk melakukan pembangunan gerai operasi merah putih serta menyediakan sarana prasarananya,” kata Joao Angelo.
Terkait dengan pengadaan kendaraan yang impor dari India, Joao Angelo menegaskan bahwa saat ini telah beredar banyak isu yang meyudutkan pihaknya. Termasuk dengan isu keputusan ini dilakukan dalam ‘senyap’ atau diam-diam.
“Banyak pihak yang menarasikan seolah-olah kami tidak berpihak kepada industri nasional atau industri lokal karena itu kami perlu klarifikasi,” ujarnya.
Joao Angelo juga menjelaskan bahwa proses impor ini sudah melalui proses yang panjang dan matang sampai akhirnya memutuskan untuk impor. Termasuk dengan mencoba mendapatkan pasokan dari produsen otomotif tanah air diantaranya dengan Astra Intenational yang menawarkan Isuzu.
“Sesuai prosedur, kami melakukan mulai dari tahap klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan ujungnya ya harus ada kesepakatan,” kata Joao Angelo.
Ia menjelaskan bahwa dari beberapa diskusi dengan produsen kendaraan di Indonesia memang berujung kegagalan dikarenakan beberapa alasan. Mulai dari kapasitas produksi hingga ‘perselisihan’ di internal produsen kendaraan tersebut.
Joao bahkan mengaku telah mempunyai bukti dokumentasi termasuk foto-foto saat proses negosiasi dilakukan. Beberapa yang menggelar negosiasi diantaranya Astra, yang juga kedapatan menawarkan kendaraan merek lain sepert D-Max.

