Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»DBS: Ekonomi Indonesia Tahan Tekanan Global, Pertumbuhan Diproyeksi Melambat ke 5,1% di 2026

DBS: Ekonomi Indonesia Tahan Tekanan Global, Pertumbuhan Diproyeksi Melambat ke 5,1% di 2026

Makro Gusti Tetiro14 Mei 2026 / 18:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan P. Roeslani (kedua kiri) (Foto: Antara/Fauzan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bank DBS Indonesia menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan geopolitik global, fluktuasi harga energi, serta ketidakpastian pasar keuangan global. Meski demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dinilai perlu disesuaikan seiring meningkatnya risiko eksternal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026, menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal III-2022. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih ditopang oleh konsumsi dan belanja pemerintah yang solid.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di awal tahun, didorong oleh konsumsi domestik, stimulus fiskal, peningkatan belanja negara, serta faktor musiman hari besar keagamaan.

Namun, ia menekankan bahwa risiko eksternal membuat proyeksi pertumbuhan perlu direvisi. DBS merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada 2026, dari sebelumnya 5,3%, untuk mengantisipasi tekanan harga energi global dan potensi pelemahan nilai tukar rupiah.

“Indonesia memasuki 2026 dengan percaya diri didukung fundamental yang kuat. Namun, proyeksi pertumbuhan setahun penuh tetap perlu disesuaikan menjadi 5,1%,” ujar Radhika.

DBS menilai kuartal I-2026 kemungkinan menjadi periode dengan pertumbuhan tertinggi tahun ini, sementara kuartal berikutnya berpotensi menghadapi tekanan akibat volatilitas pasar, kenaikan harga energi, dan kebutuhan menjaga disiplin fiskal.

Dari sisi kebijakan, pemerintah dinilai perlu menjaga stabilitas makroekonomi melalui pengendalian inflasi, disiplin fiskal, serta konsistensi komunikasi kebijakan. Pemerintah juga diperkirakan tetap berupaya menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui efisiensi belanja dan optimalisasi penerimaan negara.

DBS juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi, termasuk implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan harmonisasi kebijakan pusat-daerah, untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat iklim usaha.

Baca Juga  Apindo Ingatkan Risiko Defisit APBN, Bisa Ganggu Kepercayaan Investor

Head of Research DBS Bank Indonesia, William Simadiputra, menilai sektor kendaraan listrik (EV), hilirisasi nikel, energi terbarukan, serta infrastruktur akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Indonesia.

Ia menekankan bahwa konsistensi kebijakan hilirisasi menjadi faktor kunci dalam menarik investasi asing, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Meski demikian, DBS mengingatkan bahwa risiko geopolitik, terutama di Timur Tengah, masih menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi prospek ekonomi global dan Indonesia. Gangguan distribusi energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak hingga skenario ekstrem US$100–150 per barel, yang dapat menekan inflasi domestik.

Selain itu, tekanan nilai tukar rupiah, kenaikan harga produsen, serta potensi dampak cuaca El Niño juga dinilai dapat menambah tekanan inflasi dalam beberapa kuartal mendatang.

Dalam kondisi tersebut, bank sentral diperkirakan akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas pasar. Arah kebijakan moneter juga dipandang cenderung lebih ketat (hawkish), meski suku bunga acuan dipertahankan.

DBS Indonesia ekonomi Indonesia geopolitik global headline pertumbuhan ekonomi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGeger IKN Bukan Ibu Kota Negara Indonesia, Otorita Buka Suara
Next Article Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara Sikapi Fluktuasi Harga Avtur

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ronaldo Mandul Lagi! CR7 Catat Rekor Terburuk Bersama Portugal

Deba Salamah18 Juni 2026 / 10:00 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.