Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»BPJS Tekor, 11 Juta Orang Miskin Dicoret: Negara Sedang Menabung Krisis Kesehatan?

BPJS Tekor, 11 Juta Orang Miskin Dicoret: Negara Sedang Menabung Krisis Kesehatan?

Nasional Adi P21 Mei 2026 / 23:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pelayanan kesehatan di rumah sakit di kelas 3. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta  (tutur.co.id)— Sistem jaminan kesehatan nasional yang selama ini dibanggakan pemerintah mulai menunjukkan retakan serius. Di balik slogan “cakupan semesta”, BPJS Kesehatan justru menghadapi ancaman defisit puluhan triliun rupiah, tunggakan iuran raksasa, dan yang paling kontroversial: 11 juta warga miskin dinonaktifkan dari skema bantuan iuran.

Fakta-fakta itu terungkap dalam webinar Program Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina tentang pengelolaan BPJS berkelanjutan, Rabu 20 Mei 2026.

Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, secara terbuka mengungkap kondisi keuangan BPJS yang terus berdarah. Rasio klaim sudah mencapai 117 persen, sementara kemampuan penghimpunan dana hanya sekitar 107 persen.

“Dana yang dipakai lebih besar dari yang ditabung,” kata Lula. Artinya sederhana: BPJS sedang nombok.

Setiap bulan, BPJS diperkirakan mengalami defisit sekitar Rp2 triliun. Jika situasi tak berubah, pada 2026 lubang defisit diproyeksikan menembus Rp20 hingga Rp23 triliun.

Yang membuat situasi terasa ironis, peserta BPJS sebenarnya sudah mencakup 99,4 persen penduduk Indonesia. Tetapi hanya 79 persen yang aktif membayar iuran. Sisanya menjadi beban sistem yang terus membengkak. Tunggakan iuran sendiri sudah melampaui Rp28 triliun.

BPJS kini seperti raksasa yang tampak besar dari luar, tetapi keropos di dalam. Persoalan menjadi lebih sensitif ketika negara justru menonaktifkan peserta bantuan iuran untuk warga miskin. Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis Paramadina, Badawi Saluy, menyebut sekitar 11 juta peserta PBI dinonaktifkan sejak Februari 2026. Dampaknya langsung terasa: jutaan warga miskin kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

Masalahnya bukan karena warga tiba-tiba kaya. Persoalannya ada pada kekacauan data. Data antara Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia disebut tidak sinkron. Akibat administrasi yang amburadul, rakyat miskin kehilangan akses berobat.

Baca Juga  Senator AS Nilai Trump Kalah Besar dalam Perang Iran

“Ini menunjukkan sistem administrasi PBI BPJS masih memiliki kerentanan serius,” kata Badawi.

Di saat yang sama, BPJS juga menghadapi ancaman demografi: populasi menua, kasus TBC tinggi, penyakit kronis meningkat, sementara iuran bertahun-tahun tak naik. Beban terbesar BPJS kini datang dari penyakit katastropik seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal.

Namun sistem kesehatan nasional dinilai gagal membangun pencegahan. Negara lebih sibuk membayar orang sakit ketimbang menjaga rakyat tetap sehat.

“Dana habis untuk belanja kesehatan, bukan menjaga kesehatan,” ujar Lula.

Direktur Utama BPJS Kesehatan 2021-2026, Ali Ghufron Mukti, menegaskan BPJS bukan badan usaha pencari untung. Dana BPJS disebut hanyalah “titipan” masyarakat.

“Dananya tetap menjadi dana peserta dan bukan dana BPJS,” kata Ghufron.

Tetapi di lapangan, tekanan terhadap BPJS semakin nyata. Sekitar 60-80 persen rumah sakit di Indonesia kini hidup dari BPJS. Jika sistem ini goyah, efek dominonya bisa menghantam layanan kesehatan nasional.

Pemerintah memang kerap membanggakan cakupan kepesertaan BPJS sebagai salah satu yang tercepat di dunia. Namun angka besar itu mulai kehilangan makna ketika jutaan peserta miskin justru dicoret dari sistem, sementara defisit terus menganga.

Pertanyaan besarnya kini bukan lagi apakah BPJS masih bertahan. Tetapi: siapa yang pertama tumbang ketika uang iuran tak lagi cukup membiayai kesehatan rakyat?

BPJS headline lula kamal tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTak Cuma Hotel dan Makanan, Wamenhaj Pastikan Jemaah Haji Bisa Ibadah dengan Tenang
Next Article Phintraco dan MNC Sekuritas Kompak Prediksi IHSG Lanjut Koreksi

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kanada 0-3 Maroko: Singa Atlas Ukir Sejarah dan Tantang Prancis

Deba Salamah05 Juli 2026 / 09:54 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.