Yogyakarta (tutur.co.id)- Lebaran identik dengan ketupat, opor, dan sambal goreng hati. Tapi setelah dua atau tiga hari, tidak sedikit dari Anda yang mulai merasa “cukup dulu” dengan menu khas tersebut.
Nah, kalau kamu sedang di Yogyakarta saat libur Lebaran, ini momen yang pas untuk berburu kuliner sekalian refreshing dari rutinitas makan di rumah.
Yogyakarta punya banyak pilihan rasa, dari yang tradisional sampai yang lebih modern. Tinggal sesuaikan dengan mood dan selera.
Kalau masih ingin tetap dekat dengan cita rasa lokal, gudeg bisa jadi pilihan pertama. Meski sama-sama khas Jogja, sensasinya tetap berbeda dari menu Lebaran. Beberapa tempat seperti Gudeg Sagan cocok untuk makan siang santai, sementara Gudeg Mbok Lindu bisa jadi opsi sarapan legendaris setelah salat Id. Kalau ingin pengalaman unik, coba Gudeg Pawon yang menyajikan gudeg langsung dari dapur di malam hari.
Buat yang ingin kumpul keluarga tanpa ribet masak, restoran dengan menu variatif bisa jadi solusi. The House of Raminten menawarkan suasana khas Jawa dengan pilihan menu yang luas, cocok untuk berbagai selera dalam satu meja. Alternatif lainnya, Raminten’s Kitchen yang buka hingga larut bahkan 24 jam di beberapa cabangnya, jadi fleksibel untuk jadwal silaturahmi yang padat.
Kalau kamu termasuk “tim anti manis” yang mulai rindu rasa gurih, Jogja juga punya banyak opsi. SGPC Bu Wiryo 1959 dengan nasi pecelnya yang sederhana tapi khas, bisa jadi comfort food yang ringan. Atau, semangkuk mie ayam hangat di Yammie Pathuk yang cocok dinikmati kapan saja.
Ingin sekalian cari suasana adem? Beberapa tempat makan di area yang lebih tenang bisa jadi pilihan. Waroeng Kopi Klotok menawarkan menu rumahan dengan pemandangan sawah yang menenangkan. Sementara Moerni 78 menghadirkan masakan Jawa klasik yang cocok dinikmati bersama orang tua atau keluarga besar.
Tak lengkap rasanya kalau pulang tanpa camilan. Untuk jajanan tradisional, Camilan Sukses Ny Suwartini bisa jadi destinasi berburu oleh-oleh yang beragam.
Dan kalau malam hari masih ingin jalan santai, kawasan Malioboro selalu jadi pilihan. Mulai dari sate, wedang ronde, hingga jajanan kaki lima lainnya siap menemani obrolan ringan setelah seharian bersilaturahmi.
Pada akhirnya, Lebaran bukan hanya soal ketupat. Ini juga tentang menikmati momen termasuk mengeksplorasi rasa baru bersama orang-orang terdekat. Di Yogyakarta, pilihan kuliner yang beragam membuat setiap langkah bisa jadi pengalaman yang hangat dan berkesan.

