Jakarta (tutur.co.id) – Banyak orang berharap berat badan bisa turun selama menjalani ibadah puasa. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru melihat angka timbangan meningkat setelah beberapa hari berpuasa.
Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari. Kebiasaan saat berbuka puasa hingga perubahan pola tidur dapat memengaruhi tubuh dan memicu kenaikan berat badan. Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebabnya.
Asupan Kalori Berlebih Saat Berbuka
Salah satu penyebab utama kenaikan berat badan saat puasa adalah konsumsi kalori yang berlebihan ketika berbuka. Setelah menahan lapar seharian, banyak orang cenderung makan dalam porsi besar.
Menu berbuka juga sering didominasi makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat seperti gorengan, minuman manis, serta berbagai hidangan penutup. Jika jumlah kalori yang masuk melebihi kebutuhan tubuh, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak.
Kurang Tidur Memicu Rasa Lapar
Perubahan jadwal tidur selama bulan puasa juga dapat memengaruhi berat badan. Waktu tidur yang berkurang dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Ketika tubuh kurang istirahat, hormon yang memicu rasa lapar bisa meningkat sehingga seseorang lebih mudah tergoda untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Metabolisme Tubuh Melambat
Saat berpuasa, tubuh beradaptasi dengan kondisi asupan makanan yang terbatas. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah menurunkan pengeluaran energi.
Proses metabolisme yang melambat membuat tubuh lebih efisien dalam menyimpan energi. Ketika makanan kembali dikonsumsi dalam jumlah besar saat berbuka, energi yang berlebih lebih mudah disimpan sebagai cadangan lemak.
Perubahan Hormon Stres
Kurang tidur dan perubahan aktivitas harian juga dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh. Hormon ini berkaitan dengan peningkatan penumpukan lemak, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan berat badan selama puasa menjadi lebih menantang.
Aktivitas Fisik Berkurang
Selama bulan puasa, aktivitas fisik sebagian orang cenderung menurun, terutama pada pagi hingga siang hari. Tubuh menjadi lebih banyak beristirahat untuk menghemat energi.
Jika aktivitas menurun sementara asupan makanan tetap tinggi, maka kelebihan kalori akan lebih mudah tersimpan dalam tubuh.
Berat Badan Bisa Naik karena Cairan Tubuh
Tidak semua kenaikan berat badan saat puasa berasal dari penambahan lemak. Dalam beberapa kasus, peningkatan berat badan dapat disebabkan oleh retensi cairan.
Konsumsi makanan tinggi garam dan karbohidrat saat berbuka dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga berat badan sementara terlihat meningkat.
Puasa Tetap Bisa Membantu Menjaga Berat Badan
Meskipun demikian, puasa tetap dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki pola hidup jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Kunci utamanya adalah menjaga pola makan seimbang, memilih makanan bergizi seperti sumber protein, sayuran, dan serat, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan.
Dengan kebiasaan yang lebih terkontrol, puasa tidak hanya membantu menahan lapar dan haus, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. (sas)

