Jakarta (tutur.co.id)- Mudik Lebaran selalu identik dengan momen berkumpul bersama keluarga besar. Selain silaturahmi dan saling memaafkan, ada satu tradisi yang paling ditunggu anak-anak, yakni menerima angpao dari para orang dewasa.
Namun, bagi sebagian orang, terutama yang memiliki banyak ponakan, memberi angpao bisa menjadi tantangan tersendiri agar tidak membuat uang Tunjangan Hari Raya (THR) cepat habis.
Agar tetap bisa berbagi kebahagiaan tanpa membuat kondisi keuangan terganggu, penting untuk mengatur budget angpao sejak awal. Dengan perencanaan sederhana, tradisi berbagi saat Lebaran tetap bisa dijalani dengan nyaman.
Alokasikan budget
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan alokasi khusus dari THR untuk angpao. Misalnya dengan menyisihkan sekitar 10 hingga 20 persen dari total THR yang diterima. Dengan cara ini, pengeluaran untuk angpao tidak akan mengganggu kebutuhan lain seperti biaya mudik, kebutuhan Lebaran, maupun tabungan.
Buat daftar penerima
Setelah itu, buatlah daftar jumlah ponakan yang kemungkinan akan ditemui saat mudik. Menghitung jumlah anak dalam keluarga besar membantu menentukan nominal yang realistis untuk setiap amplop. Jika jumlahnya cukup banyak, nominal angpao bisa disesuaikan agar tetap merata tanpa memberatkan keuangan.
Kategorikan nominal
Membagi nominal berdasarkan kedekatan keluarga atau rentang usia anak juga bisa menjadi strategi yang cukup efektif. Misalnya, ponakan dari saudara kandung bisa mendapat nominal sedikit lebih besar, sementara anak-anak dari keluarga yang lebih jauh tetap mendapat angpao dengan nominal yang lebih sederhana.
Selain itu, menyiapkan beberapa amplop dengan nominal berbeda juga dapat membantu agar pembagian angpao lebih praktis. Cara ini memudahkan saat momen berkumpul bersama keluarga sehingga tidak perlu membuka dompet dan menghitung uang setiap kali ingin memberi angpao.
Siapkan cadangan
Tidak ada salahnya pula menyiapkan anggaran cadangan untuk situasi tak terduga. Saat Lebaran, sering kali ada anak-anak yang tidak masuk dalam daftar awal, misalnya anak dari kerabat yang baru datang atau tetangga yang ikut bersilaturahmi.
Yang tidak kalah penting untuk diingat, angpao Lebaran pada dasarnya adalah simbol berbagi kebahagiaan. Nilainya tidak harus besar, karena bagi anak-anak, momen menerima amplop saat bersalaman di hari raya sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Dengan pengaturan budget yang tepat, tradisi memberi angpao tetap bisa dilakukan tanpa membuat THR cepat habis. Lebaran pun tetap terasa hangat karena kebersamaan dan kebahagiaan yang dibagikan kepada keluarga.

