Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • BEI Waspadai Outflow Rp3,6 Triliun usai S&P DJI Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia
  • IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas
  • Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 9 Juli 2026
  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek Hari Ini 9 Juli 2026
  • IHSG Masih Berpeluang Rebound, MNC Sekuritas Rekomendasikan AKRA, ESSA, dan MEDC
  • IHSG Berpeluang Lanjutkan Koreksi, BRI Danareksa Rekomendasikan AKRA, ELSA, dan PGAS
  • Ketika Ekosistem PTN Menggerus Perguruan Tinggi Swasta
  • Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»BEI Waspadai Outflow Rp3,6 Triliun usai S&P DJI Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia

BEI Waspadai Outflow Rp3,6 Triliun usai S&P DJI Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia

Market Gusti Tetiro09 Juli 2026 / 09:19 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung melewati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ancaman penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market dalam klasifikasi S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) berpotensi memicu arus keluar dana asing (capital outflow) sekitar US$200 juta atau setara Rp3,6 triliun (kurs Rp18.026 per dolar AS).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, mengatakan perseroan masih menghitung secara rinci potensi dana asing yang dapat keluar dari pasar saham Indonesia setelah pengumuman S&P DJI tersebut.

“Yang saya dengar dari beberapa pihak sekitar US$200 juta atau kurang lebih Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun. Saat ini kami masih melakukan perhitungan untuk mengetahui berapa potensi dana yang benar-benar akan keluar dan instrumen apa saja yang terdampak,” kata Irvan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Irvan, potensi keluarnya dana asing memang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya diperkirakan tidak terjadi secara langsung karena S&P DJI masih memberikan masa pemantauan selama satu tahun sebelum mengambil keputusan final mengenai klasifikasi pasar Indonesia.

“Potensi outflow tentu ada. Namun, prosesnya tidak berlangsung seketika karena masih ada waktu sekitar satu tahun sesuai pemberitahuan dari S&P DJI. Kami berharap dalam periode tersebut berbagai perbaikan yang dilakukan regulator dapat direspons positif sehingga tidak sampai terjadi penurunan status,” ujarnya.

S&P DJI pada Rabu (8/7/2026) mengumumkan Indonesia masuk dalam daftar pemantauan (watchlist) dan membuka kemungkinan penurunan status dari Emerging Market menjadi Frontier Market apabila berbagai persoalan yang menjadi perhatian investor tidak kunjung diperbaiki.

Sorotan utama lembaga penyedia indeks global tersebut adalah isu transparansi kepemilikan saham dan kualitas tata kelola pasar. Kekhawatiran tersebut sejalan dengan evaluasi yang sebelumnya juga disampaikan MSCI dalam tinjauan aksesibilitas pasar Indonesia.

Baca Juga  IHSG Tertekan Sentimen Global, 6 Saham Ini Bisa Jadi Peluang Cuan

S&P DJI menegaskan bahwa status pasar Indonesia belum berubah. Namun, apabila permasalahan yang menjadi perhatian tidak terselesaikan dalam satu tahun sejak pemberlakuan langkah khusus, evaluasi penurunan klasifikasi akan dilakukan pada tinjauan tahunan berikutnya.

“Berdasarkan Metodologi Klasifikasi Negara S&P DJI, jika masalah ini tetap tidak terselesaikan satu tahun kalender sejak tanggal diberlakukannya langkah-langkah khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada tinjauan tahunan berikutnya,” tulis S&P DJI dalam pengumumannya.

Ancaman reklasifikasi tersebut menjadi tantangan baru bagi pasar modal Indonesia. Selain berpotensi memicu keluarnya dana asing dari produk investasi yang mengacu pada indeks S&P DJI, status Frontier Market juga dapat mengurangi daya tarik Indonesia di mata investor institusi global yang memiliki mandat investasi khusus pada negara berstatus Emerging Market.

BEI emerging market Frontier Market headline S&P DJI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas

Berita Lainnya

IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas

09 Juli 2026 / 08:48 WIB

IHSG Masih Berpeluang Rebound, MNC Sekuritas Rekomendasikan AKRA, ESSA, dan MEDC

09 Juli 2026 / 08:09 WIB

IHSG Berpeluang Lanjutkan Koreksi, BRI Danareksa Rekomendasikan AKRA, ELSA, dan PGAS

09 Juli 2026 / 07:35 WIB

Ketika Ekosistem PTN Menggerus Perguruan Tinggi Swasta

09 Juli 2026 / 07:00 WIB

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 22:43 WIB

Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 21:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Harga CPO Bangkit, Namun Ketidakpastian Global Masih Membayangi

Gusti Tetiro28 Maret 2026 / 09:58 WIB

BEI Waspadai Outflow Rp3,6 Triliun usai S&P DJI Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia

09 Juli 2026 / 09:19 WIB

IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas

09 Juli 2026 / 08:48 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 9 Juli 2026

09 Juli 2026 / 08:23 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek Hari Ini 9 Juli 2026

09 Juli 2026 / 08:16 WIB

IHSG Masih Berpeluang Rebound, MNC Sekuritas Rekomendasikan AKRA, ESSA, dan MEDC

09 Juli 2026 / 08:09 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.