Jakarta (tutur.co.id) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali penghentian sementara perdagangan (suspensi) atas empat saham emiten mulai sesi I perdagangan Selasa (3/2/2026). Dengan dibukanya suspensi tersebut, investor kembali dapat melakukan transaksi saham di pasar reguler dan pasar tunai.
Empat saham yang dibuka suspensinya adalah PT Indospring Tbk (INDS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), serta PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa pembukaan kembali suspensi dilakukan setelah masa cooling down dinilai cukup untuk memberikan ruang bagi investor dalam mencermati pergerakan harga saham dan informasi yang tersedia.
“Dengan dibukanya suspensi saham tersebut, investor dapat kembali melakukan transaksi mulai perdagangan sesi I, di pasar reguler dan pasar tunai,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (3/2/2026).
Sebelumnya, BEI memberlakukan suspensi terhadap keempat saham tersebut karena terjadi peningkatan harga saham kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat. Kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan bursa untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.
Berdasarkan catatan BEI, saham INDS disuspensi sejak 21 Januari 2026. Sementara itu, saham SINI dan ROCK mulai disuspensi pada 20 Januari 2026. Adapun saham ELPI dikenakan penghentian sementara perdagangan pada 2 Februari 2026.
Yulianto menegaskan bahwa kebijakan suspensi saham bukan dimaksudkan untuk menghambat aktivitas pasar, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor, khususnya ketika terjadi lonjakan harga yang berpotensi menimbulkan risiko.
“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, BEI mengimbau seluruh pelaku pasar, termasuk investor dan pemangku kepentingan, agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten. Informasi yang memadai dinilai penting agar investor dapat menilai kondisi fundamental perusahaan secara objektif.
Pembukaan kembali suspensi ini diperkirakan akan kembali menarik perhatian pelaku pasar, terutama bagi investor yang mencermati saham-saham dengan volatilitas tinggi. Namun demikian, analis mengingatkan agar investor tetap berhati-hati dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga jangka pendek.
Dengan dibukanya suspensi INDS, SINI, ROCK, dan ELPI, pasar diharapkan dapat kembali menemukan keseimbangan harga yang mencerminkan kondisi fundamental dan sentimen yang berkembang di pasar modal Indonesia.

