Bandung Barat (Tutur.co.id) – Tim SAR Gabungan mengerahkan kembali dua alat berat untuk mempercepat penanganan bencana longsor Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Tim SAR juga menerjunkan anjing pelacak (K9) untuk mempercepat pencarian korban.
Sebelumnya tiga excavator sudah dikerahkan sejak operasi hari pertama. Dengan demikian, total lima excavator berukuran sedang telah dikerahkan dalam operasi SAR yang sudah memasuki hari ketiga.
Kondisi material longsor yang masih lunak menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan jenis alat berat. Excavator yang berukuran sedang saat ini dapat menjangkau titik pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Adapun anjing pelacak yang diterjunkan berasal dari detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri
Sebelumnya Basarnas menyebutkan sebanyak 29 jenazah korban longsor Cisarua berhasil dievakuasi dan telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI). Diperkirakan sebanyak 61 korban lainnya masih tertimbun material longsor.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut longsor di Cisarua memiliki skala cukup besar dan kompleks, sehingga menyulitkan proses pencarian korban di lapangan dengan perkiraan panjang lidah longsor mencapai 2.009 meter dan lebar 140 meter.

