Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Minyak Venezuela Jadi Rebutan di Meja Oval

Minyak Venezuela Jadi Rebutan di Meja Oval

Energi & Tambang Gusti Tetiro09 Januari 2026 / 09:59 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salah satu ladang minyak di Venezuela (Foto: Reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)  – Gudang-gudang minyak Venezuela mendadak menjadi panggung perebutan raksasa energi dunia. Dari Chevron hingga para pedagang minyak global seperti Vitol dan Trafigura, semuanya mengantre di Washington, berharap mendapat restu Gedung Putih untuk mengalirkan minyak mentah negeri yang lama terkunci embargo itu.

Setelah penangkapan Nicolas Maduro dan pengambilalihan kendali penuh oleh Presiden Donald Trump atas penjualan minyak Venezuela, sektor energi negara Amerika Latin tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kendali politik dan menjadi komoditas strategis yang diperebutkan dengan penuh hitung-hitungan.

Tak lama setelah Maduro ditangkap pada Sabtu pekan lalu, Trump melontarkan tuntutan keras: akses penuh Amerika Serikat ke sektor minyak Venezuela. Dalam hitungan hari, Washington tak hanya mengendalikan arah politik Caracas, tetapi juga keran utama pendapatan negara itu. Pejabat AS menyebut Trump akan mengontrol penjualan dan aliran dana minyak Venezuela untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Situasi itu langsung memancing minat para pemain besar industri minyak global. Jumat ini, perwakilan Chevron, Vitol, Trafigura, dan sejumlah perusahaan minyak internasional dijadwalkan berkumpul di Gedung Putih. Agenda mereka satu: membicarakan masa depan industri minyak Venezuela dan porsi keuntungan yang bisa mereka amankan.

Di balik pintu tertutup, persaingan berlangsung sengit. Perusahaan-perusahaan ini berebut kontrak awal hingga 50 juta barel minyak mentah yang saat ini menumpuk di fasilitas penyimpanan milik perusahaan minyak negara, PDVSA. Stok tersebut mengendap akibat embargo ketat yang selama ini membatasi ekspor Venezuela, diperparah oleh penyitaan empat kapal tanker dalam beberapa bulan terakhir.

PDVSA mengakui negosiasi tengah berlangsung, meski memilih bungkam soal detail. Namun satu nama menonjol dalam perundingan: Chevron. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berada di posisi istimewa sebagai satu-satunya raksasa minyak AS yang masih bertahan beroperasi di Venezuela di tengah sanksi bertahun-tahun. Posisi ini membuat Chevron relatif unggul dalam menawar perluasan izin dan peran yang lebih besar.

Baca Juga  Pelaku Penembakan Acara Gedung Putih Ternyata Seorang Guru

Sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut Chevron kemungkinan akan memperdagangkan sebagian produksi PDVSA. Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu tak lagi sendirian. Para pedagang minyak asing kini ikut masuk gelanggang, menantang dominasi Chevron dalam bisnis minyak Venezuela.

Di sisi lain, PDVSA punya kepentingan sendiri. Perusahaan pelat merah itu berharap kesepakatan baru melibatkan mitra lama dan mantan pelanggan mereka. Targetnya bukan hanya menjual minyak yang menumpuk, tapi juga melunasi utang, mendongkrak produksi yang sempat terpuruk, dan mendapatkan harga yang lebih adil di pasar global.

Pemerintah AS pun mulai menyiapkan infrastruktur pendukung. Departemen Energi telah menjalin komunikasi dengan para pemasar komoditas dan perbankan internasional untuk mengatur skema pembiayaan penjualan minyak mentah dan bahan bakar Venezuela. Langkah ini menegaskan bahwa kendali Washington atas minyak Venezuela bukan bersifat sementara, melainkan bagian dari strategi geopolitik dan energi jangka panjang.

Di meja Oval Office, minyak Venezuela kini bukan sekadar sumber daya alam. Ia telah berubah menjadi alat tawar-menawar politik global—dan rebutan baru dalam peta energi dunia.

Chevron Donald Trump Venezuela
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMelihat Lebih Dekat Peringatan Isra Mikraj di Yogyakarta
Next Article Pemerintah Tahan Laju Batubara, Produksi Dipangkas demi Harga dan Keberlanjutan Energi

Berita Lainnya

Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026

18 Juli 2026 / 18:36 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Gaji Selangit Lionel Messi di Inter Miami

Deba Salamah09 Maret 2026 / 06:10 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.