Sao Paolo (Tutur.co.id) – Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, membantah anggapan bahwa para pemain Real Madrid sulit diatur selama dirinya menangani klub tersebut. Ia menilai isu mengenai buruknya kedisiplinan pemain telah dibesar-besarkan.
Ancelotti mengatakan dirinya tidak pernah mengalami kendala serius terkait kedisiplinan pemain selama dua periode melatih Real Madrid, yakni pada 2013–2015 dan 2021–2025. Menurut dia, komunikasi dengan pemain justru menjadi bagian penting dalam membangun tim.
“Yang saya baca sepertinya pemain-pemain Madrid bertindak sesuka hati. Itu tidak benar. Omong kosong. Benar-benar omong kosong,” kata Ancelotti seperti dikutip dari The Athletic pada Kamis (14/5/2026).
Pelatih asal Italia tersebut menjelaskan dirinya selalu melibatkan pemain dalam proses diskusi taktik dan strategi pertandingan. Ia menilai pendekatan komunikasi dua arah justru membantu tim memahami instruksi pelatih dengan lebih baik.
“Saya selalu berdiskusi dengan para pemain. Saya melihat apakah mereka setuju atau tidak. Kami bahkan melakukan ini di final Liga Champions,” ujar Ancelotti.
Isu mengenai ruang ganti Real Madrid sebelumnya mencuat setelah klub gagal meraih gelar utama musim ini. Sejumlah laporan media Eropa menyebut terdapat ketegangan internal dan hubungan yang kurang harmonis antarpemain maupun dengan staf pelatih.
Namun, Ancelotti menegaskan diskusi antara pelatih dan pemain tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk lemahnya kendali pelatih terhadap tim. Menurut dia, pemain perlu memahami alasan di balik setiap keputusan taktik yang diterapkan di lapangan.
Ancelotti sendiri kini memulai tugas barunya bersama tim nasional Brasil setelah meninggalkan Real Madrid pada akhir musim lalu. Selama melatih Los Blancos, ia berhasil mempersembahkan sejumlah gelar, termasuk Liga Champions dan Liga Spanyol.

