Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Abraham Samad: KPK Sudah Tidak Konsisten dalam Penegakan Hukum

Abraham Samad: KPK Sudah Tidak Konsisten dalam Penegakan Hukum

Hukum Toto Pribadi24 Maret 2026 / 09:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Mantan Ketua KPK Abraham Samad (Foto: Tutur/Antara/Reno Esnir)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Mantan Ketua KPK Abraham Samad kembali menyampaikan kritik tajamnya kepada Lembaga Anti Rasuah yang pernah ia pimpim itu. Kasus diam-diam pengalihan status tahanan rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dianggap Abraham Samad sebagai bukti nyata KPK saat ini telah rusak.

Ya, geger pengalihan status tahanan rumah yang diterima Yaqut sudah terlanjur menjadi bola panas. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kembali menahan Yaqut di rutan namun tak lantas menghilangkan persepsi masyarakat terkait carut marutnya Lembaga Anti Rasuah tersebut.

“Apa yang dilakukan KPK di bawah pimpinan Setyo Budiyanto kemarin sebenarnya bertentangan dengan aturan-aturan yang ada termasuk aturan internal KPK sendiri. Dan ini menjadi preseden buruk,” kata Abraham Samad kepada redaksi Tutur, Selasa 24 Maret 2026.

Kenapa preseden buruk? lanjut Abraham Samad, karena status Yaqut sebagai mantan menteri akan menimbulkan persepsi bahwa ternyata hukum di Indonesia tidak memegang prinsip-prinsip equality before the law, orang sama kedudukannya di mata hukum.

“Kan ada orang-orang lain juga tidak diberi penangguhan. Walaupun nanti alasan KPK tidak ada permintaan, tapi ini kan baru untuk pertama kali diberikan penangguhan kepada mantan menteri. Dan itu sebenarnya aturan internal KPK tidak membolehkan,” kata Abraham Samad.

Abraham Samad juga mencontohkan beberapa kasus mantan menteri tahanan KPK yang tidak mendapatkan perlakuan istimewa seperti yang diterima Yaqut. Bahkan perlakuan istimewa ini menurut Abraham Samad juga tak pernah diberikan penegak hukum lain seperti di kejaksaan.

“Kita bisa lihat juga di penegak hukum tetangga kita di kejaksaan. Ada kan di sana mantan menteri Nadiem Makarim, kan enggak dikasih penangguhan juga. Tom Lembong enggak dikasih juga kan. Waktu Hasto (Kristianto) itu kan Natalan tuh, ya nggak dikasih penangguhan kan. Jadi aneh menurut saya, nanti semua yang ditahan KPK minta penangguhan,” beber Samad.

Baca Juga  Mendagri Bicara Bahaya Korupsi di Depan Para Kepala Daerah

Lebih lanjut Abraham Samad menganggap KPK saat ini memang tidak konsisten dalam penegakan hukum dan apa yang terjadi dengan kasus Yaqut ini semakin membuat jatuh marwah KPK dan semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap KPK.

“Padahal selama ini kekuatan KPK dibandingkan dengan penegak hukum yang lain, itu adalah kepercayaan publik teratas. Tapi semenjak Firly Bahuri (Ketua KPK periode 2019-2023) nilai kepercayaannya turun. Tapi ini alih-alih memperbaiki justru sekarang semakin buruk,” pungkas Abraham Samad.

abraham samad headline kasus kuota haji Korupsi KPK Yaqut Cholil Qoumas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRekor Istimewa Yaqut, MAKI akan Kirimkan Piagam Penghargaan ke KPK
Next Article H+3 Lebaran, Penumpang KAI Daop 6 Yogyakarta Tembus 71 Ribu, Arus Balik Menguat

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Dugaan Pelecehan Altet Panjat Tebing, Erick Thohir: Atlet Harus Merasa Aman dalam Pelatihan!

Kristo Suryokusumo27 Februari 2026 / 17:30 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.