Jakarta (tutur.co.id) — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar program literasi dan edukasi keuangan bagi atlet berprestasi SEA Games 2025 Thailand. Program ini digelar di tengah pencairan bonus pemerintah, sebagai upaya memastikan prestasi olahraga berbanding lurus dengan kesiapan finansial jangka panjang para atlet.
Prestasi kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand bukan hanya mencatatkan keberhasilan di arena olahraga, tetapi juga membuka tantangan baru di luar lapangan. Dengan perolehan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu, Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir—capaian tertinggi saat tidak berstatus tuan rumah dalam 30 tahun terakhir, menyamai prestasi SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Seiring dengan pencapaian tersebut, pemerintah menyalurkan bonus dan penghargaan kepada atlet dan pelatih peraih medali. Penyerahan bonus dilakukan pada Kamis (8/1/2026) sebagai bentuk apresiasi negara atas perjuangan atlet di ajang regional tersebut.
Di tengah mengalirnya dana bonus bernilai besar itu, BRI sebagai bank penyalur bonus atlet SEA Games bersama Kemenpora RI menggelar kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes”. Acara ini berlangsung pada Rabu (7/1/2026) di Menara BRILiaN, Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi. Dalam program ini, atlet dan pelatih dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan masa depan, serta risiko finansial yang kerap dihadapi atlet pasca-puncak karier.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menekankan bahwa literasi keuangan menjadi aspek penting dalam keberlanjutan kesejahteraan atlet, terutama setelah menerima penghasilan besar dalam waktu relatif singkat.
“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery melalui keterangan resmi yang diterima tutur.co.id di Jakarta, Jumat (9/1/2026)
Menurut Hery, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu atlet mengambil keputusan finansial secara bijak dan menghindari risiko yang dapat merugikan di kemudian hari.
Senada dengan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa kolaborasi antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan lain menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek.
“Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” kata Erick.
Dalam sesi edukasi tersebut, BRI menghadirkan perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial Prita Ghozie. Ia membagikan wawasan praktis terkait pengelolaan penghasilan, perencanaan keuangan jangka panjang, serta pembentukan kebiasaan finansial sehat bagi atlet yang kerap menghadapi masa produktif relatif singkat.
Program ini menjadi relevan mengingat besarnya bonus yang diterima atlet dan pelatih SEA Games 2025. Berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025, atlet perorangan peraih medali emas memperoleh bonus Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta. Atlet ganda dan beregu juga menerima bonus dengan nominal ratusan juta rupiah, demikian pula para pelatih.
Melalui literasi keuangan ini, BRI dan Kemenpora berharap para atlet tidak hanya dikenang sebagai juara di arena pertandingan, tetapi juga mampu membangun ketahanan finansial dan kemandirian ekonomi setelah masa aktif bertanding berakhir.

