Jakarta (tutur.co.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri untuk mulai merencanakan masa depan keuangan secara lebih terarah melalui fitur Growth di aplikasi wondr by BNI, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan periode Ramadan hingga Lebaran biasanya diiringi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perjalanan mudik, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), hingga berbagai kebutuhan konsumsi lainnya. Di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, masyarakat tetap perlu memperhatikan perencanaan keuangan jangka panjang.
“Melalui fitur digital seperti Growth pada aplikasi wondr by BNI, kami ingin membantu nasabah merencanakan tujuan finansial mereka secara lebih terstruktur, sehingga setiap impian dapat dipersiapkan dengan langkah yang jelas dan konsisten,” ujar Okki.
Fitur Growth dirancang untuk membantu nasabah mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial jangka panjang seperti pendidikan, pernikahan, hingga rencana masa depan keluarga. Salah satu fitur yang tersedia adalah Life Goals yang memungkinkan nasabah menabung sesuai target dana, jangka waktu, serta setoran bulanan yang fleksibel.
Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan deposito digital dengan suku bunga hingga 2,50 persen per tahun serta fleksibilitas pencairan tanpa penalti. Fitur ini juga dilengkapi pemantauan target finansial secara personal serta dukungan pengelolaan aset dalam berbagai mata uang.
Di sisi lain, aplikasi wondr by BNI juga menyediakan berbagai layanan transaksi selama Ramadan hingga Lebaran, seperti pembayaran QRIS di berbagai merchant, penggunaan TapCash untuk perjalanan mudik termasuk transaksi tol dan transportasi, serta layanan transfer dana untuk berbagi THR kepada keluarga dan kerabat.
“Melalui wondr by BNI, kami ingin menghadirkan pengalaman pengelolaan keuangan yang lebih praktis sekaligus membantu nasabah tumbuh secara finansial sesuai dengan tujuan hidup mereka,” kata Okki.
BNI berharap masyarakat dapat menyeimbangkan kebutuhan konsumsi selama Ramadan dengan perencanaan finansial jangka panjang sehingga kondisi keuangan tetap sehat dan lebih terkelola.

