Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Pigai: Premanisme Tak Boleh Dibiarkan

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Pigai: Premanisme Tak Boleh Dibiarkan

Hukum Deba Salamah14 Maret 2026 / 04:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri HAM Natalius Pigai. ANTARA/Devi Nindy
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Kementerian Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menegaskan negara tidak boleh membiarkan praktik premanisme berkembang di tengah kehidupan demokrasi.

Pigai menekankan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat, termasuk aktivis dan kelompok masyarakat sipil, tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

“Saya sudah kecam, tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” ujar Pigai dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan keamanan. Karena itu, setiap perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui cara-cara yang demokratis, bukan melalui kekerasan.

“Negara ini adalah negara damai dan aman, sehingga tidak boleh ada tindakan kekerasan, apalagi menyiram air keras kepada rakyat Indonesia,” katanya.

Pigai juga menilai bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia saat ini terus berkembang. Bahkan, menurutnya, Indonesia tengah mengalami apa yang ia sebut sebagai “surplus demokrasi”.

Meski demikian, ia mengingatkan perkembangan demokrasi tersebut tidak boleh diiringi dengan tindakan kekerasan terhadap masyarakat, terutama terhadap aktivis dan kelompok masyarakat sipil yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Pigai, keberadaan komunitas civil society merupakan bagian penting dari mekanisme kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Atas dasar itu, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa yang menimpa Andrie Yunus.

Pigai juga meminta Polri mengusut tuntas kasus tersebut sehingga pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan korban bersama keluarganya memperoleh rasa keadilan. Selain itu, Kementerian HAM menyatakan siap melakukan pengawasan serta memberikan pendampingan kepada korban selama proses penanganan kasus berlangsung.

Baca Juga  Ijazah Jokowi Palsu atau Tidak? Bonatua: Jawab Dulu Ada atau Tidak

Sebelumnya, Andrie Yunus dilaporkan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal setelah mengikuti kegiatan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan medis intensif.

Air Keras Andrie Yunus headline KontraS Natalius pigai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProfil Andrie Yunus, Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
Next Article Total 175 Organisasi Desak Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Berita Lainnya

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Usai Audiensi Hambalang, Saham Para Konglomerat Menguat: Efek Psikologis atau Sinyal Arah Kebijakan Prabowo?

Gusti Tetiro12 Februari 2026 / 05:53 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.